Jakarta – Ketegangan Timur Tengah kembali memanas.
Israel Defense Forces (IDF) mengkonfirmasi telah melancarkan serangan udara terhadap target militer di Iran barat dan tengah pada Minggu malam, sebagai respons langsung terhadap serangan rudal balistik Iran ke Israel.
Menurut pernyataan resmi IDF yang dikutip Fox News, Angkatan Udara Israel (IAF) menargetkan infrastruktur militer Iran.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik ke wilayah Israel, yang merupakan serangan langsung pertama sejak gencatan senjata April 2026.
Sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian besar rudal Iran, sehingga tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan di pihak Israel.
Namun, aksi saling serang ini berisiko menggagalkan negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa aksi balasan Israel berpotensi "meledakkan" upaya perundingan damai dengan Iran.
Meski demikian, Israel memilih untuk merespons tegas demi melindungi kedaulatannya.
Serangan ini menjadi bagian dari pola eskalasi berulang antara kedua negara, menyusul konflik besar sebelumnya seperti Perang 12 Hari pada 2025 dan serangan Februari 2026.
Situasi ini memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik regional.
Bagi Indonesia, perkembangan ini dapat memengaruhi harga minyak dunia dan kestabilan ekonomi global.
Masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya diimbau mewaspadai dampak tidak langsung seperti kenaikan harga bahan bakar dan komoditas impor.
Editor : Iwa Ikhwanudin