RADAR MALIOBORO - Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei diterbangkan menuju Mashhad, kota kelahirannya, setelah seluruh rangkaian penghormatan terakhir di Irak berakhir pada Kamis (9/7/2026).
Dalam perjalanan kembali ke Iran, pesawat yang membawa peti jenazah mendapat pengawalan dari sejumlah jet tempur militer Iran.
Sebelum kembali ke Tanah Air, jenazah Khamenei sempat disemayamkan dan diarak di dua kota suci umat Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala.
Baca Juga: Jaadugar: A Witch in Mongolia, Anime yang Angkat Kisah Muslim di Tengah Invasi Mongol
Ribuan warga memadati jalur prosesi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun memimpin Republik Islam Iran.
Rombongan yang membawa jenazah juga mengangkut sejumlah anggota keluarga Khamenei yang mengikuti prosesi di Irak.
Setelah tiba di Mashhad, pemerintah Iran langsung menyiapkan tahapan akhir pemakaman yang akan digelar di kota tersebut.
Pemilihan Mashhad sebagai lokasi peristirahatan terakhir bukan tanpa alasan.
Selain menjadi tempat kelahiran Khamenei, kota ini juga dikenal sebagai pusat keagamaan penting di Iran karena menjadi lokasi Makam Imam Reza, salah satu situs paling suci bagi umat Muslim Syiah.
Pemakaman di Mashhad menjadi penutup dari rangkaian penghormatan terakhir yang berlangsung selama beberapa hari di Iran dan Irak.
Aparat keamanan tetap disiagakan di berbagai titik untuk mengantisipasi membludaknya masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi terakhir sekaligus memberikan penghormatan kepada Khamenei.
Editor : Meitika Candra Lantiva