Layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen masih belum beroperasi hingga Rabu (29/7) atau sehari setelah gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang. Penghentian layanan dilakukan karena pemeriksaan jalur rel dan infrastruktur masih terus berlangsung guna memastikan keamanan perjalanan.
Selain kereta cepat, sejumlah layanan transportasi di wilayah terdampak juga mengalami gangguan. Meski beberapa jalur trem di Kota Kumamoto mulai kembali beroperasi, pengoperasiannya masih dilakukan secara terbatas dengan pembatasan kecepatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerusakan infrastruktur.
Di tengah proses pemulihan transportasi, tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. Salah satu titik yang menjadi fokus evakuasi adalah AEON Mall Kumamoto di Kota Kashima.
Pusat perbelanjaan tersebut mengalami kerusakan berat setelah terjadi ledakan yang dilaporkan sekitar satu jam setelah gempa utama. Sebagian bangunan kemudian runtuh dan menyebabkan sejumlah orang terjebak di bawah puing-puing. Proses pencarian korban masih dilakukan dengan melibatkan tim penyelamatan dan alat berat.
Hingga Rabu (29/7), otoritas Jepang melaporkan sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Dua korban terakhir ditemukan di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan, sementara puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Gempa yang terjadi pada Selasa (28/7) itu berpusat di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu. Guncangannya dirasakan cukup kuat sehingga memicu peringatan tsunami. Namun, otoritas meteorologi Jepang kemudian mencabut peringatan tersebut setelah memastikan tidak ada gelombang besar yang membahayakan kawasan pesisir.
Meski ancaman tsunami telah berakhir, kewaspadaan terhadap gempa susulan masih terus ditingkatkan. Berdasarkan analisis para ahli, gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Hinagu, salah satu sesar aktif di Pulau Kyushu. Aktivitas patahan itu dinilai masih berpotensi memicu gempa susulan, sehingga masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
Seiring berlangsungnya proses evakuasi, pemerintah Jepang juga memfokuskan upaya pada pemeriksaan kondisi bangunan, pemulihan jaringan transportasi, serta pemulihan layanan publik di wilayah terdampak. Hingga kini, petugas masih bekerja di sejumlah titik untuk memastikan situasi benar-benar aman sebelum aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.