Kedubes Iran di Jakarta Tegaskan Tak Pernah Kejar Senjata Nuklir, Respons Pernyataan Prabowo Soal Ancaman Perlombaan di Timur Tengah

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 04:15 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto.

 JAKARTA - Suasana diplomasi antara Indonesia dan Iran sempat menghangat akhir pekan lalu.

Melalui akun X resminya, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia memberikan klarifikasi tegas.

Mereka membantah anggapan bahwa Teheran tengah mengejar atau bahkan sudah memiliki senjata nuklir.

Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan atas pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara.

Baca Juga: Prestasi Junior Indonesia, Zurich, dan Starbucks Perkuat Ekosistem Wirausaha Kreatif Muda melalui Student Company

Dalam paparannya, Prabowo menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang terus memanas.

Ia mengutip klaim bahwa Iran sudah memiliki senjata nuklir.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu efek domino.

Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Mesir bisa terdorong untuk mengambil langkah serupa.

Baca Juga: Sarwendah Tepis Tuduhan Pesugihan Gunung Kawi Jawa Timur, Murni Syuting "Kakak Beradik Podcast The Lost World"

“Dikatakan Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya. Kalau Saudi mau, bukan mustahil UEA, Qatar, dan Mesir ikut menginginkan,” ujar Prabowo dalam pidato yang sempat menjadi sorotan publik.

Saat membahas isu tersebut, siaran langsung acara sempat terputus dan digantikan cuplikan aktivitas lain.

Hal ini semakin membuat pernyataan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi polemik itu, Kedutaan Besar Iran di Jakarta tidak tinggal diam.

Melalui unggahan resmi di akun @IranInIndonesia, mereka menegaskan posisi yang sudah lama dipegang Teheran.

Republik Islam Iran, kata mereka, tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya.

Program nuklir yang dijalankan Iran sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan damai.

Fokusnya pada penyediaan energi, pengembangan sektor kesehatan, serta penelitian ilmiah.

Semua kegiatan tersebut, menurut kedutaan, berjalan secara transparan dan berada di bawah pengawasan hukum internasional serta lembaga terkait.

Klarifikasi ini tidak hanya sekadar bantahan.

Ia juga mengingatkan kembali komitmen Iran terhadap Non-Proliferation Treaty (NPT) dan kerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Bagi banyak pengamat, respons cepat dari perwakilan diplomatik Iran di Jakarta menunjukkan betapa sensitifnya isu nuklir di kawasan yang sudah lama dilanda ketegangan.

Bagi Indonesia, yang selama ini menjaga posisi netral dan aktif mendorong perdamaian, pernyataan Prabowo sekaligus klarifikasi Iran menjadi pengingat penting.

Sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak di Timur Tengah, Jakarta terus berupaya menjaga stabilitas regional.

Presiden Prabowo sendiri sebelumnya sempat menawarkan peran mediasi dalam konflik yang melibatkan Iran, asalkan semua pihak bersedia.

Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, isu senjata nuklir tetap menjadi momok yang menakutkan.

Bukan hanya bagi negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga bagi dunia.

Perlombaan senjata jenis ini bisa memicu ketidakstabilan yang dampaknya jauh melampaui batas wilayah.

Kedutaan Iran menekankan bahwa ketahanan dan kedaulatan mereka tidak bergantung pada senjata pemusnah massal.

Sebaliknya, fokus tetap pada pembangunan damai dan kerja sama internasional.

Klarifikasi ini diharapkan bisa meredakan spekulasi yang berkembang di ruang publik Indonesia.

Sebagai tetangga yang saling menghormati, Indonesia dan Iran diharapkan terus membuka saluran komunikasi yang jernih.

Di era informasi yang begitu cepat, kejelasan sikap menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut.

Dunia sedang menanti langkah-langkah de-eskalasi, bukan eskalasi baru yang bisa mengancam perdamaian global.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Kedutaan Besar Iran Kedubes Iran Prabowo Nuklir Indonesia Iran diplomasi