RADAR MALIOBORO - Suara tembakan yang mulanya dikira petasan itu ternyata sungguhan.
Seorang siswa berusia remaja diduga membuka tembakan di dalam kompleks Debsirin Nonthaburi School, Sekolah menengah pertama dengan sekitar 3.000 siswa di pinggiran utara Bangkok, Thailand, Jumat pagi, 7 Agustus 2026.
"Awalnya saya kira itu suara petasan atau ada yang memukul sesuatu," kata seorang siswa berusia 18 tahun kepada media setempat.
"Suaranya banyak, dor dor dor. Lalu sunyi. Lalu mulai lagi," lanjutnya.
Baca Juga: Beruang Ternyata Punya Cara Sendiri Mengamati Keindahan Alam
Tiga guru dan tiga murid dilaporkan tewas, dengan jumlah korban luka sebanyak 15 orang dan tengah dirawat di rumah sakit.
Pelaku, seorang siswa kelas 9 (setara kelas 3 SMP di Indonesia), mengenakan seragam olahraga berwarna ungu saat menembakkan puluhan peluru di area sekolah.
Ia lalu bersembunyi di lantai tiga gedung berwarna merah muda.
Polisi bersenjata langsung mengepung area tersebut, sementara petugas mengevakuasi siswa lain yang masih terjebak di dalam.
Setelah kepungan berlangsung, pelaku ditemukan tewas di dalam ruang kelas, diduga mengakhiri hidupnya sendiri.
Baca Juga: Kisah Athaullah Daib Pratama, Siswa SMAN 2 Playen yang Tembus Skuad Senior PSIM Jogja
Peristiwa yang sama ternyata juga terjadi di tahun ini.
Enam bulan sebelumnya, tepatnya 11 Februari 2026, penembakan serupa terjadi di Patongprathankiriwat School, Provinsi Songkhla, di selatan Thailand.
Saat itu, seorang remaja 18 tahun menembak seorang guru perempuan menggunakan senjata api curian dari polisi.
Korban bernama Sasiphat Sinsamosorn yang juga menjabat kepala sekolah.
Sasiphat meninggal dunia keesokan harinya akibat luka dalam dan kehilangan darah.
Baca Juga: Persiapan Wisuda Jogja 2026, Cek Jadwal Kampus, MUA, Kebaya, hingga Tempat Makan dari Sekarang
Pelaku saat itu diketahui punya riwayat penyalahgunaan zat dan baru saja keluar dari rumah sakit jiwa dua bulan sebelumnya.
Berdasarkan data tahun 2017, tercatat lebih dari 10,3 juta senjata api dimiliki warga sipil di negeri Gajah Putih itu.
Setara sekitar 15 pucuk senjata per 100 penduduk, angka yang relatif tinggi dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Kasus paling kelam yang masih diingat publik Thailand terjadi tahun 2022.
Ketika seorang mantan polisi membunuh 36 orang, termasuk 22 anak-anak, dalam serangan bersenjata di sebuah tempat penitipan anak di Thailand timur.
Editor : Meitika Candra Lantiva