JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk aksi demonstrasi yang biasanya diwarnai ketegangan, sebuah senyuman justru mencuri perhatian. Fatimah Az-Zahra, seorang mahasiswi yang turut dalam aksi demo BEM UI, mendadak viral di media sosial. Bukan karena orasi atau tindakannya, melainkan ekspresi tenang yang terpancar dari wajahnya saat berhadapan dengan aparat.
Momen itu terekam dan dengan cepat menyebar luas. Netizen sontak dibuat dejavu. Banyak yang langsung mengaitkan senyum Fatimah dengan momen ikonik Saffiyah Khan, seorang perempuan yang fotonya meledak di jagat maya saat berdiri tenang berhadapan dengan pemimpin kelompok sayap kanan EDL dalam demonstrasi di Birmingham, Inggris, pada tahun 2017.
Dua momen dari tahun yang berbeda, terpaut sembilan tahun, namun menyimpan kesamaan yang sulit diabaikan. Keduanya merekam keberanian diam, sebuah ketenangan yang justru berbicara lebih keras dari ribuan teriakan. Dalam foto yang viral, Fatimah terlihat tersenyum tipis. Tidak ada rasa takut atau gugup, meski berada di barisan terdepan. Ekspresi itu menuai beragam interpretasi dari warganet. Ada yang menyebutnya sebagai simbol perlawanan damai, ada pula yang menganggapnya sebagai bentuk kepercayaan diri yang luar biasa.
Perbandingan dengan Saffiyah Khan pun tak terelakkan. Saffiyah, yang saat itu masih remaja, menjadi simbol perlawanan terhadap intoleransi. Senyumnya yang menawan di tengah amukan massa dianggap sebagai representasi dari kekuatan perempuan muda. Kini, Fatimah dianggap mewarisi aura serupa.
Namun, ada satu hal menarik yang membuat narasi ini semakin kaya. Baik Fatimah maupun Saffiyah sama-sama seorang Syarifah, atau keturunan Rasulullah SAW. Sebuah kebetulan yang menambah lapisan makna di balik senyuman keduanya. Apakah ini sekadar kebetulan, atau memang ada benang merah ketegaran yang diwariskan?
Terlepas dari perdebatan soal kemiripan itu, satu hal yang pasti: senyum Fatimah telah menjadi pengingat bahwa di tengah gejolak demonstrasi, masih ada ruang untuk ketenangan. Di tengah hiruk-pikuk tuntutan, masih ada tempat untuk ekspresi damai.
Warganet pun ramai-ramai memberikan dukungan. Banyak yang mengagumi ketenangan Fatimah dan menyebutnya sebagai inspirasi. Namun, tidak sedikit pula yang penasaran, apakah momen ini akan menjadi seikonik foto Saffiyah Khan yang dikenang sepanjang masa?
Yang jelas, senyum Fatimah Az-Zahra telah menjadi lebih dari sekadar foto. Ia menjadi narasi, menjadi simbol, dan menjadi bukti bahwa kekuatan sejati terkadang tidak membutuhkan suara keras, cukup sebuah senyuman tulus di saat yang paling genting.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber