Iran Bantah Tuduhan UEA soal Peluncuran Rudal Balistik Karena Berpotensi Merusak Keamanan Regional

Rayhan Nafi Ulwan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:06 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei. (IranPress)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei. (IranPress)
 

RADAR MALIOBORO - Pemerintah Iran membantah tudingan Uni Emirat Arab (UEA) yang menyebut Teheran meluncurkan rudal balistik ke wilayah negara tersebut pada Selasa (18/8/2026).

Bantahan itu muncul setelah Abu Dhabi mengklaim telah mendeteksi dua rudal yang bergerak dari arah Iran menuju wilayahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, dengan tegas menolak klaim Uni Emirat Arab bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke arah negara itu.

Baca Juga: Komisi A DPRD Kota Jogja Ajak Pelajar Awasi Kinerja Legislatif Lewat Program Parlemen Pelajar

Ia juga menyebutkan bahwa klaim tersebut berpotensi merusak kepercayaan dan upaya keamanan regional.

Sebelumnya, otoritas UEA menyatakan sistem pertahanan mereka mendeteksi dua rudal balistik yang diduga ditembakkan dari Iran.

Insiden tersebut menjadi salah satu laporan terbaru terkait pergerakan rudal menuju wilayah UEA dalam beberapa bulan terakhir.

Kementerian Pertahanan UEA, seperti dikutip AFP, Rabu (19/8/2026), menyebut kedua rudal tersebut tidak sampai menghantam daratan karena jatuh di wilayah perairan.

"Sistem pertahanan udara UEA mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran ke arah negara ini," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA via media sosial X.

Baca Juga: Al Jazeera Soroti Derita Warga NTT Pasca-Gempa M7,7: Ribuan Mengungsi, Anak-anak Mulai Sakit

Menurut kementerian tersebut, satu rudal jatuh di luar wilayah perairan teritorial UEA, sementara rudal lainnya berhasil terdeteksi dan kemudian jatuh di dalam wilayah perairan negara itu.

"Rudal pertama jatuh di luar perairan teritorial negara ini, sedangkan rudal kedua jatuh di dalam perairan teritorial," demikian pernyataan tersebut.

Sejauh ini, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan dari insiden tersebut.

Dalam keterangan terpisah, seperti diberitakan Anadolu Agency, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan negara tersebut tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan ancaman yang dapat membahayakan keamanan nasional.

Baca Juga: Viral, Sekelompok Orang Selawatan di Gerbong MRT, Soal Kenyamanan dan Etika Jadi Perbincangan Publik

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan negara Teluk itu sepenuhnya siap dan siaga untuk merespons segala ancaman, dan menindak tegas setiap upaya yang bertujuan mengganggu keamanan negara.

Setelah insiden tersebut, UEA juga mengambil langkah ekonomi terhadap Iran dengan menghentikan sementara aktivitas perdagangan, hubungan komersial, serta transaksi keuangan kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri UEA Afra Al Hameli kembali menyampaikan bahwa Abu Dhabi masih membuka ruang bagi dialog dan kerja sama regional demi menjaga stabilitas kawasan.

Baca Juga: Loneliness Epidemic: Mengapa Banyak Teman di Media Sosial Justru Membuat Kita Kesepian?

"Namun, mengingat eskalasi regional yang merusak perdamaian dan keamanan regional dan internasional, semua perdagangan, hubungan komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran telah dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Al Hameli dalam pernyataan di media sosial X, dilansir media Al Arabiya, Rabu (19/8/2026).

Al Hameli juga menyatakan UEA akan tetap mengikuti ketentuan hukum internasional serta menjaga standar yang berlaku dalam sistem keuangan global.

Ia menekankan bahwa UEA tetap berkomitmen teguh untuk menjaga integritas sistem keuangan internasional, sesuai dengan hukum internasional dan standar global tertinggi.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Tuduhan UEA Peluncuran Rudal Balistik Keamanan Regional Uni Emirat Arab iran