Empat Kesepakatan Strategis MBS-Macron, dari AlUla hingga Pengembangan AI

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:59 WIB
Pertemuan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. REUTERS/Stephanie Lecocq
Pertemuan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. REUTERS/Stephanie Lecocq

Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman atau MBS bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Senin (24/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan resmi MBS ke Prancis yang diarahkan untuk memperkuat hubungan strategis antara Riyadh dan Paris. Kedua pemimpin juga memimpin pertemuan perdana Dewan Kemitraan Strategis Prancis-Arab Saudi sebelum menyaksikan seremoni pertukaran sejumlah dokumen kerja sama.

Dalam seremoni tersebut, terdapat empat kerja sama dan nota kesepahaman yang menjadi sorotan.

1. Pengembangan kawasan AlUla

Salah satu kesepakatan memperpanjang sekaligus memperbarui kerja sama pengembangan kawasan AlUla hingga 2035. Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang, mulai dari kebudayaan, pariwisata, warisan, lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Viral, Nekat Rekam Harimau Dengan Kaca Mobil Terbuka, Aksi Pengunjung Taman Safari Tuai Sorotan

Kesepakatan tersebut mempertegas komitmen kedua negara dalam mengembangkan AlUla sebagai kawasan yang memiliki nilai budaya dan pariwisata sekaligus memperhatikan aspek lingkungan serta keberlanjutan.

2. Penguatan kemitraan pertahanan

Kesepakatan kedua berupa deklarasi niat untuk memperkuat kemitraan di bidang pertahanan.

Kerja sama ini mencakup pengembangan kemampuan serta teknologi baru di bidang pertahanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan strategis antara Prancis dan Arab Saudi di sektor keamanan dan pertahanan.

3. Investasi destinasi hiburan

Kerja sama berikutnya menyentuh sektor hiburan. Qiddiya Investment Company menandatangani nota kesepahaman terkait penjajakan pembangunan destinasi hiburan berskala besar di kawasan Cergy-Pontoise, dekat Paris.

Proyek tersebut diproyeksikan bernilai sekitar 6 miliar euro dan mencakup tiga taman hiburan beserta fasilitas pendukung. Investasi itu juga berpotensi menciptakan sekitar 22.000 lapangan kerja.

Salah satu konsep yang diumumkan adalah taman bertema Dragon Ball yang menjadi bagian dari rencana investasi hiburan Arab Saudi di Prancis.

4. Kerja sama kecerdasan buatan dan teknologi

Kesepakatan keempat berfokus pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta teknologi yang sedang berkembang.

Prancis dan Arab Saudi sepakat membangun kerangka kerja sama di bidang AI, teknologi kuantum, teknologi baru, serta pengembangan kemampuan dan sumber daya manusia.

Baca Juga: Maxim Hadirkan Program Khusus Layanan Gratis Bagi Masyarakat

Selain empat dokumen utama tersebut, forum bisnis kedua negara juga menghasilkan berbagai kesepakatan lainnya. Di antaranya terkait metro Riyadh, pengembangan Pelabuhan Jeddah, energi nuklir, serta kolaborasi AI antara Mistral AI dan HUMAIN.

Pertemuan MBS dan Macron menunjukkan semakin luasnya agenda hubungan Prancis-Arab Saudi. Kerja sama kedua negara kini mencakup berbagai sektor, mulai dari pertahanan, kebudayaan, investasi, teknologi, hingga industri hiburan.

Selain membahas kerja sama ekonomi, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan dan isu internasional. Paris pun menjadi panggung bagi Riyadh untuk memperluas kemitraan strategisnya dengan salah satu negara utama di Eropa.

Editor : Bahana.
Mohammed bin Salman kerja sama strategis emmanuel macron prancis arab saudi