RADAR MALIOBORO – Putri Mahkota Swedia Victoria mendapat pengalaman menarik ketika mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta pada Jumat, 4 September 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda resminya selama berada di Indonesia sebagai Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP). Kedua rumah ibadah yang berdiri berdekatan itu memperlihatkan salah satu gambaran kehidupan antarumat beragama di Indonesia.
Menteri agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan Putri Victoria menunjukkan ketertarikan terhadap keberadaan Istiqlal dan Katedral yang berdampingan.
Menurut Nasaruddin, situasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan keyakinan dapat hidup berdampingan dalam ruang yang sama. Kehadiran kedua bangunan itu pun tidak sekedar memiliki nilai arsitektur, tetapi juga membawa pesan mengenai kerukunan.
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Terowongan Silaturahim yang menghubungkan kawasan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Ruang penghubung itu menjadi symbol kedekatan dua komunitas keagamaan yang berbeda.
Baca Juga: Isyana Sarasvati tembus Lollapalooza India 2027 : Akan tampil bareng para musisi dunia
Dalam kunjungannya, Putri Victoria juga mengalami suasana khas ketika suara beduk dari Istiqlal dan lonceng dari Katedral terdengar dari arah yang berlawanan.
Selain melihat hubungan kedua tempat ibadah, Putri Victoria memperoleh penjelasan mengenai berbagai fungsi Masjid Istiqlal. Masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial dan kemasyarakatan.
Situs resmi Istiqlal mencatat bahwa Putri Victoria mengamati sejumlah bagian masjid, termasuk ruang utama, beduk raksasa, serta area yang memperlihatkan pemandangan Istiqlal dan Katedral.
Perhatian Putri Victoria juga tertuju pada unsur budaya Indonesia yang terlihat di Gereja Katedral Jakarta. Salah satunya adalah representasi Bunda Maria yang memadukan unsur identitas Nusantara.
Mahkotanya memuat gambaran Kepulauan Indonesia sementara elemen Garuda Pancasila, batik, dan pakaian tradisional turut digunakan dalam penggambaran tersebut. Perpaduan itu menunjukkan bagaimana unsur budaya lokal dapat hadir dalam lingkungan keagamaan.
Kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Indonesia berlangsung selama beberapa hari dengan agenda di Jakarta dan Lombok.
Baca Juga: Tampil Melesat, Astra Honda Raih Podium dan Poin Penting di ARRC Sepang
Selain isu kerukunan, rangkaian kunjungannya juga berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, konservasi alam, transformasi digital, serta penguatan masyarakat. Momen di Istiqlal dan Katedral menjadi salah satu bagian yang menonjol karena memperlihatkan nilai toleransi Indonesia dalam bentuk yang dapat dilihat secara langsung oleh tamu negara.
Editor : Bahana.