Nagoya ditetapkan sebagai pusat penanggulangan bencana setelah hujan deras berkekuatan ekstrem mengguyur wilayah Jepang tengah pada Selasa (8/9).
Jalan raya, jalur kereta api, dan infrastruktur lainnya terendam. Pihak berwenang setempat mendesak warga di beberapa daerah untuk segera mencari tempat aman.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan banjir tertinggi, Level 5, khususnya untuk Sungai Shonai.
Curah hujan yang mencatatkan rekor hingga 104 mm dalam kurun waktu satu jam tersebut membuat Pemerintah Kota Nagoya meminta warga Distrik Chikusa, Moriyama, dan Meito untuk segera melakukan evakuasi darurat guna memastikan keselamatan mereka.
Pemerintah Prefektur Aichi mencatat setidaknya empat orang mengalami luka ringan, sementara lebih dari 2.700 warga terpaksa mengungsi ke lokasi penampungan darurat.
Baca Juga: Resep Rendang Ayam Anak Kost Hemat, Nagih, Bikin Nasi 3x Tambah
Musibah ini juga berdampak pada venue Asian Games, di mana air hujan dilaporkan membocori beberapa lokasi vanue menjelang pembukaannya pada 19 September mendatang.
Dampak genangan banjir setinggi mata kaki merendam jalanan utama distrik bisnis Sakae, sementara operasional kereta bawah tanah dan jalur JR Chuo Line dihentikan total.
Transportasi jarak jauh seperti Tokaido Shinkansen dan Sanyo Shinkansen sempat ditangguhkan, memicu antrean panjang penumpang sebelum akhirnya beroperasi kembali pukul 17.15 waktu setempat.
Badan meteorologi mengatakan bahwa pita hujan linier dapat membawa hujan lebat di area yang sama selama beberapa jam, terbentuk di sebagian Aichi dan Gifu.
Masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap risiko tanah longsor dan banjir karena hujan lebat diperkirakan akan terjadi dari Jepang bagian barat hingga timur laut.
Editor : Bahana.