PBB Sebut Suhu Bumi Bakal Tembus 1,5 Derajat Celsius, Dunia Masuk Era “Overshoot” Iklim

Perawati • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 20:16 WIB
Ilustrasi terjadi kenaikan suhu. (Pinterest)
Ilustrasi terjadi kenaikan suhu. (Pinterest)

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Program Lingkungan PBB (UNEP) merilis penilaian khusus pada 2 September lalu. Laporan tersebut menegaskan bahwa kenaikan suhu global dipastikan bakal melewati ambang batas aman 1,5 derajat Celsius, sehingga dunia dituntut untuk beradaptasi dengan realitas baru melampaui batas tersebut (overshoot).

Tantangan krisis iklim saat ini telah bergeser secara mendasar. Laporan PBB menggarisbawahi bahwa fokus utama dunia bukan lagi sekadar mencegah kenaikan suhu melampaui batas, melainkan bagaimana mengelola dan menavigasi skenario tersebut agar lonjakan suhu berlangsung sesingkat dan seminimal mungkin.

"Ini adalah pengingat akan realitas. Kita harus hidup dengan dunia yang lebih hangat ini... tetapi masih banyak yang dapat kita lakukan untuk membatasi pemanasan global," tegas Richard Betts dari Universitas Exeter, salah satu penulis laporan tersebut. Betts menambahkan bahwa laporan ini lebih berfokus pada langkah tanggapan nyata ketimbang sekadar menyampaikan fakta yang sedang terjadi.

Pemanasan bumi saat ini tercatat telah melonjak sekitar 1,4 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri (1850–1900) akibat pembakaran bahan bakar fosil. Bahkan, tiga tahun terakhir mengukuhkan rekor sebagai periode terpanas sepanjang sejarah peradaban.

Baca Juga: Status Harry dan Meghan Ditegaskan Istana, Tetap Punya Gelar Kerajaan tapi Bukan Anggota Kerajaan Ak

Aturan Permainan Berubah

Penulis laporan lainnya, Debra Roberts dari Universitas KwaZulu-Natal, turut menyoroti pergeseran arah tata kelola iklim ini. Menurutnya, penting bagi para pembuat kebijakan untuk menyadari bahwa aturan main kini telah berubah. Roberts menyerukan penataan ulang tata kelola iklim global untuk menghadapi skenario overshoot, mengingat belum ada rencana aksi negara yang benar-benar siap menghadapinya.

Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen, menegaskan bahwa tidak akan ada hasil baik yang tercipta apabila suhu bumi terus tertahan di atas 1,5 derajat Celsius. "Mari kita perjelas – target 1,5 derajat Celcius tetap menjadi tujuan. Tetapi sekarang, kita perlu mendekatinya dengan cara yang berbeda: dari atas," ungkap Andersen di hadapan para wartawan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang sejak 2025 telah mengoperkan sinyal bahwa melampaui batas 1,5 derajat Celsius tak terhindarkan. Namun, tetap optimistis bahwa pemanasan global masih dapat diturunkan kembali ke batas aman pada akhir abad ini. Bagi Guterres, perjuangan mempertahankan suhu 1,5 derajat Celsius merupakan bentuk perjuangan demi keberlangsungan kemanusiaan.

Menuai Gelombang Kritik Aktivis

Laporan dengan bahasa yang lugas dan terkesan pasrah ini seketika memicu rasa cemas sekaligus gelombang kritik keras dari para aktivis iklim. Mereka khawatir laporan tersebut dapat melemahkan komitmen global yang tertuang dalam Perjanjian Paris satu dekade lalu.

Wakil Direktur Program Greenpeace International, Jasper Inventor, menggambarkan momen ini sebagai hal yang sangat memilukan. Namun, ia menegaskan bahwa terlampauinya target bukan alasan bagi dunia untuk menyerah begitu saja.

Kritik tajam juga dilontarkan oleh Bill Hare, ilmuwan iklim sekaligus Kepala Eksekutif Climate Analytics. Ia mengecam laporan UNEP tersebut karena berisiko menjadi seruan menuju sikap apatis ketimbang dorongan untuk bertindak tegas.

Baca Juga: Antusiasme Jelang Debut Liga Champions, Manajemen Como Relakan Kursi VIP untuk Suporter Senior

Senada dengan itu, Lili Fuhr dari Pusat Hukum Lingkungan Internasional menolak ketergantungan pada teknologi penyerapan karbon (carbon dioxide removal) yang dinilainya masih spekulatif. Ia menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk meminimalkan kerusakan adalah dengan memangkas emisi secara langsung saat ini juga, bukannya menunda aksi iklim.

Editor : Bahana.
UNEP Perjanjian Paris perubahan iklim pbb pemanasan global