Lagu "Training Season" Milik Dua Lipa Jadi Soundtrack Manifesting Gen Z 2026

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:04 WIB
Dua Lipa tampil membawakan "Training Season". Lagu ini kini dimaknai Gen Z sebagai pengingat untuk menetapkan standar tinggi dalam cinta, karir, dan kehidupan.
Dua Lipa tampil membawakan "Training Season". Lagu ini kini dimaknai Gen Z sebagai pengingat untuk menetapkan standar tinggi dalam cinta, karir, dan kehidupan.

 RADAR MALIOBORO – Udah hampir 2 tahun sejak dirilis, tapi Training Season milik Dua Lipa masih sering banget mampir di playlist anak muda. Bedanya, tahun 2026 ini fungsinya udah beda. 

Kalau dulu lagunya identik sama patah hati dan capek jadi "bahan percobaan" orang, sekarang lagu itu berubah jadi semacam pengingat keras: stop menerima yang pas-pasan. Baik itu dalam cinta, kerjaan, maupun hidup secara keseluruhan.

Lirik yang Diputar Ulang Maknanya, kalimat "Is it training season? Cause I’m tired of you practicing on me" dulu dibaca sebagai sindiran ke mantan. Sekarang, banyak Gen Z yang pakai kalimat itu buat ngomong ke semesta.

Artinya digeser: "Kalau ini masih masa uji coba, aku udah selesai. Aku mau masuk ke babak yang serius." Serius dalam hubungan, serius dalam karir, serius dalam urusan rezeki.

Baca Juga: Terseret Dugaan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Makanya nggak heran kalau lagu ini sering diputar di pagi hari. Sambil bikin kopi, sambil nulis target di buku, sambil memejamkan mata dan membayangkan rumah, pasangan, pekerjaan, dan kehidupan yang diimpikan. Beat-nya yang naik bikin semangat. Liriknya yang tegas bikin kepala jadi fokus.

Bagi mereka, Training Season bukan lagi tentang disakiti. Tapi tentang proses. Tentang masa di mana kita ditempa, ditolak, dikecewakan, supaya nanti pas hal baik datang, kita udah siap dan nggak mau kompromi lagi. 

Ada satu hal yang bikin lagu ini nyantol jujur. Dua Lipa nggak menyanyikan tentang "terima aja apa adanya", dia menyanyikan tentang tahu nilai diri dan berani menolak yang nggak selevel.

Itu yang kemudian jadi alasan kenapa lagu ini dipakai sebagai media "berharap". Banyak yang memutarnya sambil berdoa. Meminta dipertemukan dengan orang yang tepat. Meminta pintu rezeki dibuka. Meminta karir naik setingkat lebih tinggi. Meminta hidup yang lebih tenang dan berkecukupan.

Nggak ada rumus khusus, ada yang dengarin sambil olahraga, ada yang sambil nyetir, ada yang sambil GRWM (Great Ready With Me) bersiap siap. Intinya sama menjadikan lagu ini sebagai penanda bahwa mereka sedang dalam proses mengejar versi terbaik dari hidupnya. 

Baca Juga: Pendiri Solana Sentil Bos AI: Rem Pengembangan Teknologi karena Kejar Untung Triliunan?

Kenapa Masih Relevan di 2026? karena isi kepala Gen Z sekarang lagi di fase membangun. Fase 20-an akhir sampai 30-an awal. Fase di mana pertanyaannya bukan lagi "siapa aku" tapi "hidup seperti apa yang mau aku perjuangkan".

Training Season datang di waktu yang pas. Lagunya nggak menggurui, tapi menguatkan. Nggak menuntut, tapi mengingatkan, kamu berhak dapat yang tulus, kamu berhak dapat yang stabil, kamu berhak dapat yang membawa kamu naik, bukan nurunin kamu.Dua Lipa mungkin menulisnya dari pengalaman pribadi. Tapi begitu lagunya lepas ke publik, maknanya berkembang sendiri. Jadi milik banyak orang yang sedang belajar mencintai diri, belajar menetapkan batasan, dan belajar percaya bahwa hal baik akan datang kalau kita berani menunggu dan bekerja untuk itu.

Pada akhirnya, Training Season jadi bukti kalau musik pop bisa punya lapisan lebih dalam. Dari yang awalnya terdengar seperti lagu putus, berubah jadi lagu bangkit.

Dan selama Gen Z masih percaya bahwa mereka pantas dapat yang terbaik, selama itu juga Training Season akan terus diputar ulang. Bukan untuk mengingat luka, tapi untuk mengingatkan diri, masa latihan sudah selesai. Sekarang waktunya masuk ke babak utama.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Training Season Beda fungsi Release album Dua tahun dua lipa