Indonesia Dorong Lagi World Mangrove Center, Perkuat Kerja Sama Konservasi Global

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:05 WIB
akun x : @MongabayID
akun x : @MongabayID

Indonesia kembali memperkuat gagasan pembentukan World Mangrove Center (WMC) sebagai wadah kerja sama internasional untuk mempercepat konservasi dan restorasi ekosistem mangrove. 

Inisiatif tersebut kembali dibawa ke forum internasional sebagai bagian dari upaya Indonesia memperluas pertukaran pengetahuan, riset, teknologi, serta dukungan pembiayaan bagi pengelolaan mangrove berkelanjutan.

Penguatan WMC disampaikan Indonesia dalam pertemuan internasional pada 2026, termasuk forum kerja sama kehutanan ASEAN dan APEC.

Melalui forum tersebut, Indonesia mendorong keterlibatan lebih banyak negara dan pemangku kepentingan agar upaya menjaga mangrove tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung dalam jaringan kolaborasi lintas negara.

Indonesia memiliki posisi penting dalam agenda tersebut karena kawasan mangrovenya termasuk yang terluas di dunia, dengan data Kementerian Kehutanan menyebut sekitar 23 persen ekosistem mangrove global berada di Indonesia.

Baca Juga: 67 Hari Berjibaku dengan Api, Relawan Karhutla Sujud Syukur Saat Hujan Turun

Keberadaan mangrove dinilai memiliki kaitan erat dengan perlindungan pesisir, penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat yang bergantung pada kawasan pesisir.

Dalam konsep yang dikembangkan pemerintah, WMC diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, organisasi internasional, sektor swasta, lembaga pembiayaan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan hasil penelitian dan inovasi dengan kebijakan serta program lapangan sehingga kegiatan konservasi dan rehabilitasi mangrove dapat dilakukan secara lebih terarah.

Gagasan WMC sendiri bukan hal yang baru karena pusat tersebut telah diluncurkan pada 2022 bersamaan dengan program rehabilitasi mangrove di Indonesia.

Seiring perkembangannya, pemerintah kembali membawa inisiatif tersebut ke berbagai forum global, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, COP30, ASEAN, dan APEC untuk memperluas jejaring kerja sama.

Penguatan WMC menunjukkan bahwa agenda mangrove Indonesia kini diarahkan tidak hanya pada pemulihan kawasan di dalam negeri, tetapi juga pada pembangunan mekanisme kerja sama internasional.

Baca Juga: Samsung dan Verizon Tuntaskan Pengujian Teknologi yang Disiapkan untuk Era 6G

Dengan semakin luasnya keterlibatan berbagai pihak, WMC diharapkan dapat menjadi simpul berbagi pengalaman, data, teknologi, dan sumber daya untuk mendukung perlindungan serta restorasi mangrove di berbagai negara.

 

Editor : Bahana.
World Mangrove Center Mangrove Indonesia Konservasi Mangrove Restorasi Mangrove ASEAN APEC