SINGAPURA – Kualitas udara di Singapura mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat memburuk akibat kabut asap. Pada Rabu (16/9) pagi, sebagian besar wilayah negara tersebut kembali masuk kategori moderat berdasarkan pemantauan National Environment Agency (NEA).
Data NEA menunjukkan, Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam di empat dari lima wilayah Singapura telah turun ke level sedang.
Namun, kawasan tengah masih berada di atas ambang batas kategori tersebut. Pada pemantauan pukul 06.00 waktu setempat, PSI wilayah tengah tercatat 103 atau masuk kategori tidak sehat.
Wilayah yang terdampak meliputi Thomson, Marymount, Sin Ming, Ang Mo Kio, Bishan, Serangoon Gardens, MacRitchie, hingga Toa Payoh.
Sementara itu, kualitas udara di wilayah lainnya relatif lebih baik. PSI wilayah timur berada di angka 87, barat 86, utara 78, dan selatan 76.
Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif jika dibandingkan kondisi sehari sebelumnya. Saat itu, kabut asap dengan tingkat polutan tidak sehat menyelimuti seluruh wilayah Singapura. Kondisi tersebut menjadi yang pertama terjadi sejak September 2019.
Baca Juga: Menikmati FKY 2026 Sambil Membaca: Mobil Perpustakaan Keliling Jadi Oase Literasi Warga
Asosiasi Sepak Bola Singapura Ambil Langkah
Kabut asap yang memburuk sebelumnya turut berdampak pada aktivitas olahraga. Asosiasi Sepak Bola Singapura mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi risiko paparan polusi terhadap pemain dan masyarakat.
NEA sendiri membagi kategori PSI menjadi beberapa tingkatan. Angka 0–50 masuk kategori baik, 51–100 tergolong sedang atau moderat, sedangkan 101–200 dikategorikan tidak sehat.
Ketika PSI berada pada level tidak sehat, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara.
Meski terjadi penurunan, NEA memperkirakan kualitas udara Singapura dalam 24 jam berikutnya masih berada pada rentang sedang hingga agak tidak sehat.
Kondisi tersebut berkaitan dengan cuaca kering serta kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan serta Kalimantan bagian selatan dalam beberapa pekan terakhir.
NEA memperingatkan arah angin dari tenggara hingga timur-tenggara masih berpotensi membawa kabut asap menuju Singapura.
"Dengan perkiraan angin yang terus bertiup dari arah tenggara hingga timur-tenggara, ada risiko kabut asap yang memengaruhi Singapura," kata NEA.
Pertama Kali Kembali ke Level Tidak Sehat Sejak 2023
Baca Juga: Nggak Cuma Keren, Ini Rekomendasi Brand Sepatu Lokal yang Lagi Viral
Memburuknya kualitas udara ini menjadi perhatian karena level PSI Singapura kembali menyentuh kategori tidak sehat akibat kabut asap untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023.
Sebelumnya, otoritas Singapura telah mengingatkan adanya potensi kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kabut asap. Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan turut memengaruhi kondisi cuaca di kawasan tersebut sepanjang Juni hingga Oktober.
Meski kualitas udara mulai membaik, perkembangan kabut asap dalam beberapa hari ke depan masih perlu dipantau, terutama jika kondisi kering dan kebakaran hutan di wilayah Indonesia terus berlangsung.
Editor : Bahana.