Keberadaan anak gajah itu diketahui oleh sejumlah nelayan yang tengah beraktivitas di sungai pada pagi hari. Mereka melihat benda yang terbawa arus dengan cepat. Setelah menyadari bahwa benda tersebut merupakan anak gajah yang tengah berjuang menjaga tubuhnya tetap berada di permukaan air, para nelayan segera melakukan pengejaran menggunakan perahu kecil.
Derasnya arus sungai membuat proses evakuasi tidak mudah. Tubuh anak gajah terus terbawa menjauh sehingga para nelayan harus berusaha mendekatinya dalam kondisi arus yang kuat.
Setelah beberapa kali mencoba, para nelayan akhirnya berhasil mencapai posisi anak gajah tersebut. Hewan itu kemudian ditarik ke atas perahu dan dibawa menuju tepian sungai untuk selanjutnya diserahkan kepada petugas kehutanan.
Baca Juga: Sound Remix “Anak Kampung” Viral di TikTok, Dipakai Jutaan Konten
Sesampainya di daratan, anak gajah mendapat pemeriksaan dari petugas kehutanan bersama tenaga medis hewan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi tubuhnya setelah cukup lama berada di dalam air.
Petugas selanjutnya berupaya menemukan kembali kawanan dan induk anak gajah tersebut. Mengingat usianya masih sangat muda, keberadaan induk dinilai penting untuk membantu anak gajah bertahan hidup di habitatnya.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Anak gajah tersebut berhasil dipertemukan kembali dengan induknya. Sang induk dilaporkan menerima kembali anaknya sebelum keduanya bergerak bersama menuju kelompok.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya respons cepat masyarakat bersama petugas kehutanan dalam menangani satwa liar yang berada dalam kondisi darurat.
Editor : Bahana.