Aksi digelar sejak Selasa hingga Rabu untuk memprotes kenaikan biaya pendidikan serta kondisi fasilitas sistem pendidikan berbahasa Prancis di Belgia yang dinilai semakin memburuk.
Situasi memanas hingga kepolisian setempat turun tangan untuk mengendalikan massa. Lebih dari 100 demonstran diamankan selama rangkaian aksi berlangsung.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80 orang sempat diamankan oleh aparat, sementara 27 orang lainnya secara resmi ditangkap.
Para pelajar dan mahasiswa turun ke jalan karena menilai kondisi fasilitas pendidikan semakin tidak memadai. Mereka mendesak pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan yang dihadapi sektor pendidikan.
Bagi sebagian peserta aksi, demonstrasi menjadi sarana untuk menyampaikan keresahan mereka secara langsung kepada pemerintah. Mereka juga melihat gelombang protes serupa di negara tetangga, Prancis, yang turut menghadapi persoalan di sektor pendidikan.
Baca Juga: Pelajar Sleman Diminta Jauhi Tawuran hingga Radikalisme, Sekolah Wajib Perkuat Pengawasan
Kericuhan yang terjadi di Liege membuat pemerintah kota berupaya mencegah eskalasi lebih lanjut. Pendekatan dialog didorong sebagai jalan keluar untuk mempertemukan tuntutan demonstran dengan pemerintah.
Wali Kota Liege Willy Demeyer mengatakan ruang dialog bagi para mahasiswa dan pelajar masih terbuka. Ia meminta aspirasi disampaikan secara damai tanpa disertai tindakan yang merusak fasilitas publik.
Menurutnya, penyampaian tuntutan secara konstruktif diperlukan agar persoalan pendidikan dapat dibahas dan dicarikan solusi tanpa menimbulkan kerugian maupun bentrokan lanjutan.
Pemerintah kota berharap situasi kembali kondusif sehingga pembahasan mengenai biaya pendidikan dan kondisi sistem pendidikan dapat dilakukan melalui jalur dialog.