Puluhan Paus Pilot Terdampar di Selandia Baru, Tak Ada yang Selamat

Hafsal Masri Ardhana • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 21:13 WIB
Puluhan Paus Pilot Terdampar di Selandia Baru, Tak Ada yang Selamat
Puluhan Paus Pilot Terdampar di Selandia Baru, Tak Ada yang Selamat

NEW ZEALAND - Puluhan paus pilot ditemukan terdampar di pesisir Ngawi, dekat Cape Palliser, Wairarapa, Pulau Utara, Selandia Baru, Kamis (5/11/2026). Kawanan mamalia laut itu tersebar di pantai berbatu, dan sebagian besar langsung dilaporkan mati.

Departemen Konservasi (DOC) Selandia Baru mula-mula mengonfirmasi lebih dari 20 paus kandas di kawasan tersebut. Setelah pendataan, otoritas memperkirakan sekitar 50 ekor terdampar sejak malam sebelumnya.

Peristiwa ini memicu operasi penyelamatan gabungan. DOC melibatkan Project Jonah, warga Ngawi, serta komunitas adat Maori setempat untuk membantu kawanan paus yang masih hidup.

Relawan berupaya menjaga paus tetap basah dan sejuk. Air serta handuk digunakan untuk membasahi tubuh hewan yang masih bertahan, sambil menunggu kondisi pasang yang memungkinkan mereka kembali ke laut.

Laporan awal menyebut dua paus yang sempat kandas berhasil diapungkan kembali. Saat itu, empat paus lain masih hidup dan terus mendapat perawatan di lokasi.

Namun, harapan itu tidak bertahan lama. Pihak konservasi kemudian mengonfirmasi seluruh paus yang tersisa akhirnya mati, termasuk dua ekor yang sempat dilepaskan kembali ke laut.

Kematian massal ini menjadi perhatian karena paus pilot hidup berkelompok. Ikatan sosial yang kuat membuat mereka cenderung mengikuti anggota kawanan, sehingga satu individu yang terdampar dapat menarik yang lain.

DOC menyatakan kawasan Ngawi tidak mengalami peristiwa terdampar massal sejak dekade 1990-an. Karena itu, kejadian kali ini mengejutkan warga dan tim penyelamat.

Hingga laporan terakhir, penyebab terdamparnya kawanan paus belum diketahui. Para ahli belum memastikan apakah ada faktor lingkungan, navigasi, atau kondisi kesehatan yang memicu peristiwa.

Selandia Baru memang dikenal sebagai salah satu titik sering terjadinya terdampar paus. Perairan dalam dengan kontur curam menjadi habitat alami bagi paus pilot.

Kombinasi perairan dalam dan pantai berbatu membuat risiko kandas lebih tinggi. Paus yang salah navigasi dapat terperangkap di zona pasang surut dan sulit kembali ke laut lepas.

Upaya penyelamatan di pantai berbatu juga tidak mudah. Relawan harus bekerja cepat, menjaga suhu tubuh paus, dan mengatur posisi agar hewan tidak mengalami cedera tambahan.

Selain itu, operasi melibatkan banyak pihak dengan peran berbeda. DOC mengoordinasikan konservasi, Project Jonah membantu teknis penyelamatan, sedangkan warga dan komunitas Maori memberi dukungan tenaga.

Meski seluruh paus mati, proses penyelamatan tetap memberi gambaran tentang respons cepat masyarakat. Mereka bergerak setelah kawanan ditemukan pada malam sebelumnya.

Pemerintah setempat diperkirakan akan melakukan evaluasi. Data terdampar massal penting untuk memahami pola pergerakan paus pilot di wilayah Selandia Baru.

Bagi publik, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mamalia laut rentan terhadap perubahan kondisi laut. Kejadian serupa sering membutuhkan koordinasi lintas lembaga dan masyarakat.

Paus pilot dikenal sebagai hewan sosial yang bergerak dalam kawanan. Ketika satu anggota mengalami stres atau kehilangan arah, anggota lain bisa ikut mendekat dan berisiko terdampar.

Karena itu, penanganan terdampar massal tidak cukup hanya mengembalikan paus ke air. Tim perlu memantau kawanan agar tidak kembali kandas di lokasi yang sama.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah akhir paus yang mati. Namun, laporan menyebut sekitar 50 ekor terdampar dan hampir seluruhnya tidak selamat.

Warga Ngawi dan tim penyelamat telah berusaha maksimal di tengah keterbatasan waktu. Kondisi pasang, cuaca, dan medan pantai menjadi faktor yang memengaruhi hasil operasi.

Peristiwa di Cape Palliser menambah daftar terdampar paus di Selandia Baru. Penyebab pasti kasus ini masih menunggu hasil pemeriksaan dan kajian pihak berwenang.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
paus pilot terdampar massal Ngawi Selandia Baru Cape Palliser konservasi laut