RADAR MALIOBORO - Warung Sate Klathak Pak Jede di kawasan Nologaten Depok Sleman memang menjadi salah satu destinasi kuliner yang terkenal di Yogyakarta, khususnya untuk penggemar masakan tradisional. Warung ini tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner yang autentik tetapi juga menciptakan kolaborasi unik antara sajian sate klathak dan mie Jawa yang lezat.
Sate klathak adalah jenis sate kambing yang dikenal dengan potongan besar dan dagingnya yang gurih, dipanggang dengan cara khusus sehingga menghasilkan rasa yang khas. Di warung ini, pengunjung dapat menikmati sate klathak yang disajikan dengan mie Jawa atau pilihan lain seperti nasi goreng Jawa, menciptakan variasi yang menarik untuk dinikmati.
Kombinasi antara sate klathak yang lezat dan mie Jawa yang khas dari Yogyakarta menjadi daya tarik utama dari warung ini. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati citarasa autentik dari masakan tradisional Yogyakarta tetapi juga merasakan kehangatan dan keramahan dalam suasana warung yang selalu ramai ini.
Keberhasilan warung Sate Klathak Pak Jede dalam menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan modern ini juga menjadi bukti bahwa minat terhadap masakan tradisional tetap tinggi, baik di kalangan lokal maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Menu-menu kambing yang biasanya bisa dinikmati ketika berkunjung ke Wonokromo Pleret Bantul atau akrab disebut Jejeran, bisa dinikmati tak jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Klathak, tongseng, kicik, tengkleng juga krenyos yang akhir-akhir ini jadi primadona tersedia di Pak Jede Nologaten ini.
"Kami juga berkreasi dengan menu sate hotplate. Ini juga jadi salah satu menu yang diminati pengunjung, karena biasanya ada di sate Tegal bawah lima bulan, ini ada di sini, Sate Klathak Pak Jede," ungkap Head Outlet Pak Jede Nologaten, Bangkit Kurniawan ketika berbincang.
Untuk olahan bakmi Jawa, Bangkit mengungkap sengaja dihadirkan untuk pengunjung yang ingin berkuliner selain kambing namun tetap masakan khas Jogja. Bakmi Jawa dipilih karena menjadi kuliner tradisional populer di Yogyakarta.
"Bakmi Jawa yang kami sajikan pun tidak main-main, rasanya terkurasi dan pasti bisa jadi tombo kangen ketika berada di Jogja. Ini upaya kami mendekatkan kuliner khas Jogja bagi pengunjung di Sate Pak Jede," lanjutnya.
Di gerai Pak Jede, pengunjung banyak menyukai perpaduan yang ditawarkan antara olahan kambing dan mie Jawa. Pengunjung banyak datang dari Jakarta, Bandung dan Surabaya yang secara khusus datang untuk mencicipi olahan kambing dan mie Jawa di sini.
"Selama ini yang tidak makan kambing hanya menemani saja, tapi sekarang bisa makan mie Jawa. Semua bisa makan enak dan nikmat di sini. Apalagi lokasi kami dekat dengan kota, jadi bisa terjangkau yang kebetulan stay di area Kota Yogya," imbuh Bangkit.
Dalam satu hari, gerai kambing Pak Jede bisa menghabiskan 4 hingga 5 ekor kambing. Mereka memilih kambing dengan usia di bawah 8 bulan untuk menjaga kualitas daging yang disajikan pengunjung.
"Sehari kami memotong 4-5 ekor kalau liburan bisa sampai 12 ekor perhari. Untuk menu favorit tetap klathak, krenyos, hot plate. Tapi mie Jawa kami juga hampir selalu sold out, karena peminatnya juga sangat banyak," ungkapnya lagi.***
Editor : Iwa Ikhwanudin