RADAR MALIOBORO – Yogyakarta, dikenal sebagai kota budaya dan seni, ternyata memiliki beragam kuliner yang menarik juga. Salah satu kuliner makanan yang legendaris di kota ini adalah gudeg. Tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat Jogja, gudeg terbilang sangat populer di kalangan masyarakat luar.
Menjadi salah satu makanan khas, warung makanan gudeg selalu bisa ditemukan di sepanjang kota. Warung gudeg yang tidak boleh terlewat saat berkunjung ke kota Yogyakarta yakni, Gudeg Mbah Lindu. Dari banyaknya cerita yang beredar, warung Gudeg Mbah Lindu sudah ada sejak zaman kolonial. Warung gudeg ini termasuk warung kuliner tertua di Yogyakarta.
Seorang perempuan yang kerap disapa Mbah Lindu ini memiliki nama asli Setyo Utomo. Beliau memulai usaha berjualan gudeg dari nol, dengan menjajakan gudegnya secara berkeliling saat sebelum memiliki tempat tetap di depan hotel Grage Ramayana, daerah Jl. Sosrowijayan.
Di kalangan masyarakat lokal, Mbah Lindu sudah diklaim menjadi penjual gudeg tertua dalam sejarah kuliner makanan. Beliau sudah berjualan gudeg dari sebelum mempunyai suami dan kisaran tahunnya sejak 1940. Tepatnya di tahun tersebut masih termasuk tahun era kolonial di Indonesia.
Saat itu di wilayah kota Baru Yogyakarta, banyak warga elit Belanda yang bermukim di sana. Tak heran jika di zaman kolonial kebanyakan pelanggan Mbah Lindu adalah orang-orang Belanda.
Terbilang legendaris dan populer di antara banyaknya kuliner gudeg yang serupa, warung gudeg Mbah Lindu tergolong mampu bertahan melewati kerasnya jaman Kolonial Belanda dan Jepang. Sampai saat ini pun cita rasa yang khas dan konsisten masih setia dihidangkan meski nyatanya warung gudeg tersebut sudah tidak dijaga lagi oleh Mbah Lindu.
Ciri khas tersendiri dari gudeg ini adalah proses masaknya yang masih menggunakan cara tradisional. Peralatan masak yang digunakan pun ikut tergolong tradisional. Dengan menggunakan tungku yang berasal dari tanah liat, gudeg Mbah Lindu pun diolah sedemikian enak. Cita rasa yang terlahir tentunya unik dan beda dari yang lain.
Dengan fasilitas seperti kursi beberapa unit, parkiran, dan juga tempat pemesanan telah menambah kesan sederhana di warung gudeg Mbah Lindu. Apalagi letak spesifiknya di pinggiran jalan. Sangat cocok untuk dicoba sekaligus menikmati aktivitas jalanan yang berlalu lalang.
Waktu buka sekitar pukul 05.00 sampai 10.00 WIB. Adapun menu yang disediakan seperti nasi gudeg telur, bubur gudeg telur, gudeg telur dan suwir ayam. Harga menu makanannya mulai dari Rp, 15,000. Kalau ada tambahan menu, harganya bisa menyesuaikan.
Bagi kalian yang belum pernah mencoba gudeg Mbah Lindu, yuk buruan cobain pas berkunjung ke Yogyakarta. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kuliner legendaris yang satu ini. Selamat menikmati!
(Razmarita Dyasprinasti)
Editor : Iwa Ikhwanudin