Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kuliner Jakarta: Gultik, Gulai Tikungan, Kelezatan Khas Nusantara yang Menggoda Selera

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 1 Agustus 2024 | 03:54 WIB
Gultik Blok M (pergikuliner.com)
Gultik Blok M (pergikuliner.com)

RADAR MALIOBORO - Gultik, singkatan dari gulai tikungan, adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari Jakarta. Nama ini merujuk pada lokasi penjualannya yang sering kali berada di tikungan jalan. Sejarah gultik bermula pada era 1990-an di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, di mana para pedagang kaki lima mulai menjajakan hidangan ini di malam hari. Gultik dengan cepat menjadi populer karena harganya yang terjangkau dan rasanya yang lezat.

Pada awalnya, pedagang gultik hanyalah beberapa orang yang berjualan di sekitar tikungan jalan. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitas gultik meningkat dan jumlah pedagangnya bertambah. Pengunjung yang datang bukan hanya dari sekitar Blok M, tetapi juga dari berbagai penjuru Jakarta. Makanan ini menjadi semacam magnet kuliner yang menarik banyak orang untuk datang dan mencicipinya.

Bahan dan Cara Penyajian

Gultik terdiri dari potongan daging sapi yang dimasak dalam kuah gulai kuning yang kaya akan rempah. Bahan utama gultik meliputi daging sapi, santan, serta bumbu seperti kunyit, jahe, lengkuas, sereh, bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan daun jeruk. Kuahnya yang gurih dan kental membuat gultik menjadi hidangan yang sangat digemari.

Proses memasak gultik memerlukan kesabaran dan ketelitian. Daging sapi dipotong kecil-kecil agar cepat empuk dan bumbu meresap sempurna. Bumbu-bumbu ditumis terlebih dahulu hingga harum, lalu ditambahkan santan dan daging sapi. Semua bahan dimasak dengan api kecil hingga kuah mengental dan daging menjadi empuk.

Biasanya, gultik disajikan dengan nasi putih dan dilengkapi dengan kerupuk atau emping. Beberapa penjual juga menambahkan irisan kentang atau sayuran lain sebagai pelengkap. Sebagai pelengkap, sering kali disediakan sambal dan jeruk nipis untuk menambah cita rasa.

Keunikan dan Daya Tarik

Keunikan gultik terletak pada kuahnya yang kaya rasa, serta tekstur daging yang empuk. Kuah gulai yang kental dan gurih ini merupakan hasil perpaduan berbagai rempah yang diolah dengan santan, menciptakan cita rasa yang khas dan menggoda. Daging sapi yang digunakan juga dipilih dengan cermat agar memberikan tekstur yang lembut dan mudah dikunyah.

Selain itu, gultik dikenal dengan porsi yang pas dan harga yang bersahabat. Hal ini menjadikannya pilihan favorit di kalangan mahasiswa dan pekerja yang mencari makanan enak dengan harga terjangkau. Hanya dengan beberapa ribu rupiah, pelanggan sudah bisa menikmati seporsi gultik lengkap dengan nasi dan pelengkap lainnya.

Suasana makan di pinggir jalan, terutama di malam hari, memberikan pengalaman tersendiri yang sulit dilupakan. Lampu-lampu jalan yang berkelap-kelip, hiruk pikuk kendaraan yang berlalu lalang, serta aroma menggoda dari kuah gulai yang sedang dimasak, semuanya berpadu menciptakan atmosfer khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Popularitas dan Persebaran

Meskipun berasal dari Jakarta, popularitas gultik telah menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia. Banyak warung tenda atau gerobak dorong di kota-kota seperti Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta yang menjual gultik sebagai menu utama. Bahkan, beberapa restoran modern mulai memasukkan gultik dalam daftar menu mereka, menunjukkan bahwa makanan ini memiliki tempat khusus di hati masyarakat.

Di Jakarta sendiri, gultik tidak hanya ditemukan di Blok M. Banyak kawasan lain seperti Tebet, Cikini, dan Kemang yang juga memiliki penjual gultik yang terkenal. Di luar Jakarta, gultik telah mengalami berbagai adaptasi dan modifikasi sesuai dengan selera lokal. Namun, inti dari hidangan ini—daging sapi dalam kuah gulai yang kaya rempah—tetap dipertahankan.

Kehadiran gultik di berbagai kota juga menunjukkan betapa fleksibelnya makanan ini. Gultik bisa ditemukan di tenda-tenda kaki lima yang sederhana hingga di restoran-restoran mewah yang menyajikan kuliner Nusantara. Dalam berbagai bentuk dan penyajian, gultik tetap mampu mempertahankan kelezatannya yang autentik.

Gultik dalam Budaya Populer

Gultik telah menjadi bagian dari budaya populer di Jakarta. Banyak film, sinetron, dan acara televisi yang menampilkan adegan makan gultik sebagai representasi kehidupan malam Jakarta. Gultik juga sering menjadi bahan perbincangan di media sosial, dengan banyak netizen yang berbagi pengalaman mereka menikmati gultik di berbagai lokasi.

Bahkan, beberapa festival kuliner di Jakarta dan kota-kota lain mulai memasukkan gultik sebagai salah satu menu wajib. Ini menunjukkan bahwa gultik bukan hanya sekadar makanan jalanan, tetapi telah menjadi ikon kuliner yang mendapat tempat di hati masyarakat.

Gultik merupakan salah satu contoh kekayaan kuliner Indonesia yang tidak hanya lezat tetapi juga sarat dengan sejarah dan budaya. Dengan bahan-bahan sederhana namun bumbu yang kaya, gultik mampu memikat berbagai kalangan. Bagi mereka yang ingin merasakan cita rasa khas Indonesia di malam hari, gultik adalah pilihan yang sempurna.

Gultik bukan hanya sekadar hidangan, melainkan sebuah pengalaman kuliner yang menggabungkan rasa, aroma, dan suasana menjadi satu. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang lezat, gultik terus menjadi favorit dan warisan kuliner yang patut dilestarikan.

(Adawiya Durrotul Hikma)

Referensi: Berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gulai Tikungan #kuliner nusantara #gultik #kuliner jakarta