RADAR MALIOBORO – Es teh memang selalu menjadi pilihan paling diminati diantara jenis-jenis minuman yang lain, akhir-akhir ini juga makin ramai pembukaan gerai Es teh di banyak titik karena selaras dengan tingginya peminatnya, walaupun dengan merk dagang yang berbeda-beda namun harganya relatif sama yaitu Rp.2.500. - Rp.4.000.
Dengan harga yang terbilang sangat murah ini kita bisa mendapatkan Es Teh dengan kemasan yang cukup besar, beberapa diantaranya bahkan melabeli merknya dengan ES teh jumbo karena berdasarkan ukuran gelas cup yang mereka gunakan. Namun konsumsi Es teh ini dapat meningkatkan resiko kesehatan yang serius lho, apalagi jika dikonsumsi secara terus menerus dan dalam jangka panjang.
Perlu digaris bawahi, Es teh dipinggir jalan ini beda halnya dengan teh yang kita racik sendiri dirumah karena kita tidak tahu menahu bahan baku yang digunakan dan bagaimana cara memproduksi es teh tersebut. Khusunya yang membelinya bahkan hampir setiap hari. Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai bahaya tersebut:
1. Tinggi Gula
Untuk kandungan gulanya, diperkirakan dalam satu bungkus es teh jumbo yang berisi 2-3 liter mengandung 12-18 sendok makan gula atau setara 120-180 gram. Takaran ini menurut ahli gizi Mia Lestari melebihi ajuran asupan gula yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.
- Risiko Diabetes: Kandungan gula yang tinggi dalam es teh manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berkelanjutan, meningkatkan risiko diabetes tipe 2
- Obesitas: Asupan gula berlebih berkontribusi pada penambahan berat badan dan obesitas, yang juga meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme lainnya.
- Kerusakan Gigi: Gula adalah penyebab utama kerusakan gigi dan masalah gusi.
2. Kualitas Bahan
- Keamanan Air: Air yang digunakan mungkin tidak selalu higienis, berpotensi mengandung bakteri dan parasit yang bisa menyebabkan penyakit seperti diare dan infeksi saluran pencernaan.
- Kualitas Es: Es yang digunakan mungkin dibuat dari air yang tidak bersih, meningkatkan risiko kontaminasi.
3. Bahan Tambahan
- Pemanis Buatan dan Pewarna: Beberapa pedagang mungkin menggunakan pemanis buatan atau pewarna yang tidak sehat atau tidak aman.
- Pengawet: Bahan pengawet yang digunakan dalam pembuatan teh atau sirup bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
4. Kesehatan Jantung
- Kolesterol dan Trigliserida: Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, yang berdampak negatif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Tekanan Darah Tinggi: Gula dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
5. Gangguan Metabolisme
- Resistensi Insulin: Konsumsi gula yang tinggi secara teratur dapat menyebabkan resistensi insulin, sebuah kondisi yang dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2.
- Sindrom Metabolik: Kombinasi dari obesitas, tekanan darah tinggi, dan kadar gula darah tinggi bisa mengarah ke sindrom metabolik.
6. Ketergantungan Gula
- Craving: Konsumsi rutin minuman manis dapat menyebabkan ketergantungan pada gula, mengakibatkan craving dan konsumsi berlebihan yang berdampak negatif pada kesehatan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Candi Terpopuler di Jogja yang Wajib Dikunjungi!
7. Efek Jangka Panjang
- Penuaan Dini: Gula berlebih dapat mempengaruhi kesehatan kulit, menyebabkan penuaan dini dan keriput.
- Penyakit Kronis: Peningkatan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.
Mengonsumsi es teh manis pinggir jalan setiap hari bukanlah pilihan yang sehat. Tingginya kandungan gula dan potensi risiko kebersihan dan kualitas bahan dapat berdampak negatif pada kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Lebih baik memilih minuman yang lebih sehat dan terkontrol kebersihannya untuk menjaga kesehatan tubuh.
(Rumyanah Irvadia)
Sumber:
-Halodoc.com
-Asyari Mia Lestari, S.Gz.
Editor : Iwa Ikhwanudin