RADAR MALIOBORO - Sushi adalah salah satu hidangan khas Jepang yang populer di seluruh dunia dan tidak asing lagi ditelinga kita.atau bahkan itu menjadi makanan favoritmu?.
Terbuat dari irisan tipis ikan berkualitas tinggi, sushi harus dalam kondisi segar untuk memastikan rasa, tekstur, dan keamanan bagi konsumen. Namun, jika ikan yang digunakan tidak segar, bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang berbahaya.
Sashimi yang tidak segar dapat dikenali dari beberapa ciri. Aroma yang tidak sedap adalah tanda pertama bahwa ikan telah mulai membusuk. Sashimi segar seharusnya memiliki aroma laut yang ringan dan menyenangkan, sedangkan ikan yang tidak segar berbau amis menyengat.
Selain itu, warna ikan yang pudar atau kusam menandakan bahwa kualitasnya telah menurun. Tekstur ikan juga menjadi indikator kesegaran, di mana sashimi segar harus kenyal dan padat. Jika terasa lembek, berair, atau mudah hancur, maka kemungkinan besar ikan sudah tidak dalam kondisi terbaik. Lapisan lendir berlebihan pada ikan juga menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri yang dapat berbahaya bagi kesehatan.
Jika ikan dipotong langsung dari ikan utuh, mata ikan yang keruh dan insang yang berubah warna dari merah segar menjadi kecoklatan atau kehitaman juga merupakan tanda-tanda ikan tidak segar.
Mengonsumsi sashimi yang tidak segar dapat membawa berbagai risiko kesehatan. Keracunan makanan akibat bakteri seperti Salmonella dan Listeria bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan kram perut. Selain itu, beberapa jenis ikan mentah mengandung parasit seperti Anisakis yang dapat menyebabkan infeksi serius dalam sistem pencernaan.
Tidak hanya itu, ikan yang tidak disimpan dengan benar dapat mengalami peningkatan kadar histamin, yang menyebabkan reaksi alergi seperti ruam, sakit kepala, dan kesulitan bernapas. Konsumsi ikan yang sudah mulai membusuk juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan diare yang lebih parah jika bakteri telah berkembang biak dalam jumlah besar.
Untuk menghindari risiko mengonsumsi sashimi yang tidak segar, penting untuk memilih restoran atau penjual terpercaya yang memiliki standar kebersihan tinggi. Sebelum mengonsumsi, periksa kesegaran sashimi dengan melihat warna, aroma, dan teksturnya.
Jika membeli sashimi untuk dikonsumsi di rumah, pastikan untuk menyimpannya dalam suhu dingin di bawah 4°C dan mengkonsumsinya dalam waktu singkat. Selain itu, gunakan peralatan yang bersih, seperti pisau dan talenan yang steril, agar ikan tidak terkontaminasi bakteri.
Sashimi adalah hidangan lezat yang kaya manfaat jika dikonsumsi dalam kondisi segar. Namun, jika tidak segar, sashimi bisa menjadi sumber berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi bakteri hingga keracunan makanan. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan kesegaran sashimi sebelum mengkonsumsinya guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
(Adinda Tyas Ramadhani)
Editor : Iwa Ikhwanudin