JOGJA - Dyah Laily Fardisa jadi salah satu inspirasi perempuan yang sukses memanfaatkan TikTok Shop by Tokopedia. Melalui usaha oseng mercon Bolosego yang kini jadi ikon baru kuliner Jogja.
Dia mengisahkan, Bolosego didirikan pada 2020 di Yogyakarta, setelah ia terdampak PHK akibat pandemi. Berbekal pengalaman di digital marketing, Dyah memulai usaha kuliner dengan memasarkan oseng mercon secara online. Dengan pengalaman di dunia digital marketing, Dyah fokus membangun brand Bolosego dengan keunikan produk.
"Kami memilih menu oseng mercon iga sapi dengan cita rasa khas Jogja yang masih jarang ditemui," ungkapnya dalam Virtual Media Briefing TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop by Tokopedia, Kamis (17/4).
Awalnya Dyah memutuskan untuk membantu seorang ibu penjual oseng mercon yang terdampak pandemi, serta menggandeng ibu-ibu di warung sekitar yang bernasib serupa.
Awal berdiri karyawan Bolosego hanya terdiri dari delapan orang ibu-ibu. Kini, bisa mempekerjakan 150 orang, di mana 50 persen dari jumlah tersebut merupakan perempuan yang berperan penting dalam menjaga cita rasa Bolosego.
"Pencapaian ini juga tidak terlepas dari peran platform Tokopedia dan TikTok Shop, yang turut berkontribusi 70 persen pada pendapatan online Bolosego,” cerita Dyah.
Untuk menghadapi tantangan agar produk tidak mudah ditiru dan mendapatkan konsumen loyal, sebagai pelopor oseng mercon iga di Yogyakarta, Bolosego dikenal karena orisinalitas. Meski dijual dengan harga premium, kualitas produk Bolosego diimbangi dengan kekuatan rasa yang tak sekedar adu harga.
Lahirnya Bolosego justru berkat Dyah membangun bisnis tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun berawal sejak Dyah menggandeng ibu juru masak legendaris yang sudah tidak berjualan. Selain itu, Dyah juga melibatkan sejumlah ibu-ibu yang terdampak pandemi, khususnya ibu-ibu sepuh dan ibu rumah tangga usia produktif di Desa Bangunrejo yang diberdayakan untuk terlibat dalam produksi.
"Dengan menggunakan bahan baku utama seperti daging yang berkualitas, juga memastikan bumbu dan rempah 100 persen didapat dari pasar lokal sekitar Merapi," jelasnya.
Setelah berkembang, kini Bolosego memberdayakan sekitar 150 pekerja, separuhnya adalah perempuan, termasuk para ibu muda usia produktif di Desa Bangunrejo yang berperan mengupas bahan dapur yang dapat dikerjakan dari rumah dan dikirim kembali ke pabrik setelah selesai.
Baca Juga: Jarang Orang Tahu, Inilah Sisi Lain Wisata Kuda di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta
Perjalanan Bolosego yang semakin bertumbuh didorong pula oleh pemanfaatan platform digital. Sekitar 70 persen omzet online Bolosego berasal dari TikTok Shop by Tokopedia, begitu juga dengan Tokopedia yang turut memberi kontribusi besar.
"Bolosego sangat aktif memanfaatkan fitur live shopping, dengan 16 sesi live streaming setiap hari, didukung oleh tim khusus dan panduan ketat untuk menjaga kualitas siaran," jelasnya.
Kampanye seperti Ramadan Ekstra Seru di TikTok Shop terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga empat kali lipat dibanding hari biasa. Produk paling laris Bolosego di Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia yaitu oseng mercon iga, koyor, dan ceker. Penjualannya berhasil menjangkau pasar di seluruh Indonesia.
Di balik pertumbuhan Bolosego, peran perempuan sangat besar. Bagi Dyah, Hari Kartini bermakna menjadi perempuan yang kuat dan bahagia, agar bisa menguatkan sesama. Ia berharap semakin banyak perempuan Indonesia berani mengambil peran dalam dunia bisnis tanpa terbatasi status atau stereotip.
Communications Senior Lead Tokopedia and TikTok E-commerce, Rizky Juanita Azuz menyampaikan “Kami percaya perempuan bisa menjadi penggerak ekonomi digital. Lewat Tokopedia dan TikTok Shop, kami membuka peluang luas bisnis online bagi pelaku usaha perempuan untuk menjangkau lebih banyak pembeli di seluruh Indonesia dan bertumbuh bersama kami.”
Editor : Heru Pratomo