JOGJA - Event perdana Jogja Food & Beverage Expo 2025 yang akan digelar di Jogja Expo Center (JEC) tak sekadar mengahdirkan pameran makanan dan minuman. Tapi juga ada kompetisi memasak yang tak biasa.
Tak biasa karena kompetisi yang dihadirkan berupa memasak makanan tradisional khas Jogja. Mulai dari gudeg, minuman dawet, jajanan pasar hingga makanan khas para raja atau kersanan dalem.
"Karena kami ingin mengembalikan makanan Indonesia keoada para chef muda, spesifik di Jogja, makanan yang khas Jogja," kata Vice Chairman of the list Bakat Boga Challenge Chef Philip Walasary dalam jumpa pers Jogja Food & Beverage Expo 2025, Jumat (9/5).
Diakuinya, kini mulai jarang chef muda di Indonesia yang tertarik mempelajari makanan nusantara. Karena itu dalam event Jogja Food & Beverage Expo 2025 sengaja menggelar kompetisi memasak makanan khas Jogja. Di antaranya kersanan dalem yang jarang dipelajari di sekolah memasak.
"Mungkin kurang populer tapi kersanan dalem bagian dari royal food," ungkapnya.
CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim sebagai penyelenggara, Jogja Food & Beverage Expo 2025 mengatakan, berkolaborasi dengan Jogja Pack & Process Expo dan Jogja All Tea Expo 2025 akan menjadi pusat inovasi yang mengakselerasi pertumbuhan dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam industri makanan, minuman, teh, serta kemasan dan pengolahan.
"Pameran ini menawarkan peluang emas bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan produk inovatif, memperluas jaringan, dan mendapatkan wawasan baru mengenai dinamika pasar yang terus berkembang," kata Daud,
Pameran ini akan menghadirkan lebih dari 150 peserta, termasuk 40 pelaku UMKM, yang akan menampilkan beragam produk unggulan dari sektor makanan, minuman, kemasan, dan percetakan.
Selama empat hari dengan target 9.000 pengunjung, pameran ini menjadi ajang yang memperlihatkan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus inovasi global dari para produsen, importir, dan distributor yang turut berpartisipasi.
Pameran ini akan dimeriahkan oleh kompetisi memasak Bakat Boga Challenge yang diselenggarakan oleh Association of Culinary Professionals (ACP) yang menjadi ajang unjuk kreativitas 50 peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian inovatif.
Editor : Heru Pratomo