Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ke Malioboro Mencicipi Ayam Goreng dan Jeroan Sapi Khas Tojoyo Asli dengan Rasa Otentik Khas Solo

Heru Pratomo • Jumat, 8 Agustus 2025 | 15:51 WIB
Ayam goreng Tojoyo
Ayam goreng Tojoyo

JOGJA - Menu ayam goreng dan jeroan sapi dengan rasa otentik khas Solo hadir di kawasan Malioboro. Namanya Tojoyo. Tojoyo adalah restoran yang menyajikan ayam goreng dan jeroan sapi dengan cita rasa turun-temurun.

 

Restoran Tojoyo berada di Margo Mulyo 106 Malioboro. Di kawasan premium di Kota Yogyakarta, Tojoyo menghadirkan pengalaman kuliner autentik dengan tagline “Rasa Tradisi, Selera Generasi". Ternyata menjadi cabang Tojoyo asli yang pertama di Jogja.

Rasa ayam goreng yang enak tidak terlepas dari menu andalan yang dibumbui rempah-rempah pilihan dengan resep turun-temurun. "Untuk resepnya kami belajar langsung dari Tojoyo di Solo," kata pengelola Tojoyo Raditya Prajna Hermawan, Kamis (7/8)

Ayam dengan daging pilihan digoreng hingga golden brown dengan tekstur crunchy di luar. Tapi, juicy dalam serta jeroan sapi premium, seperti olahan hati, babat, dan paru sapi pilihan yang dimasak dengan teknik khusus hingga empuk sempurna dan gurih meresap.

 

Tak hanya rasa ayam goreng dengan rasa lezat. Restoran Tojoyo juga menampilkan desain interior bernuansa tradisional Jawa modern. Area makan nyaman untuk individu maupun kelompok. Lalu, take away service dengan packaging eksklusif. Tentu saja, masih ada fasilitas free WiFi. "Restoran Ayam Goreng Tojoyo buka setiap hari pukul 11.00 – 23.00," jelasnya.

 

Selain Malioboro, Tojoyo juga buka di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Berani mengklaim Tojoyo asli karena memang belajar dan membeli lisensi langsung.

Raditya mengisahkan, kelahiran Tojoyo tidak terlepas dari sosok perempuan bernama Tutik Herwanti. Yang merupakan ibunya. Suami Rudy Sastiawan itu semula bekerja di PT Bakrie Brothers. Pada 1998, perempuan kelahiran 1959 ini memutuskan mengundurkan diri.

 

Lalu, memilih merintis usaha kuliner. Bersama kakak iparnya, Dyah Suminar dan Ellys Zudianti, Tutik mengunjungi Tojoyo, Solo. Mereka belajar teknik memasak ayam yang lezat. Tak lama kemudian, Tutik membuka usaha pertama di Jalan Ratna 23 Jakarta.

 

Restoran ini memperkerjakan 30 karyawan. Awalnya, restoran hanya mengandalkan menu masakan dari Tojoyo, ditambah resep Soto Kudus. Cita rasa kuah yang khas serta potongan daging ayam yang lembut, membuat pelanggan terus berdatangan.

“Ayam Tojoyo dan Soto Kudus, menjadikannya menu best seller saat itu,” kata , anak pasangan Rudi dan Tutik.

 

Setahun kemudian, Tutik menambah menu masakan China, sate kambing dan mie Jowo khas Jogja. Disusul membuka restoran kedua di Jatiwaringin pada tahun 2001.

 

Kawasan ini dipilih karena letaknya strategis, dan memiliki potensi pasar yang besar. Disusul dibuka restoran ketiga di kawasan Tebet. “Ibu selalu menekankan kualitas dan konsisten adalah kunci mempertahankan kepercayaan pelanggan,” kata Raditya mengenang pesan ibunya yang meninggal dunia tahun 2021.

 

Tahun 2005, Tutik membuka Tojoyo di Bali. Namun, harus tutup selamanya pascatragedi Bom Bali. Tetapi, Tutik tak putus asa. Ia memutuskan membuka cabang ke-lima di Gandaria, Jakarta Selatan.

Editor : Heru Pratomo
#jeroan sapi #jalan margomulyo #malioboro #ayam goreng