Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Kuliner Otentik Gunungkidul: Dari Thiwul hingga Belalang Goreng

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 2 Oktober 2025 | 20:05 WIB
Kuliner Otentik Gunungkidul.
Kuliner Otentik Gunungkidul.

RADAR MALIOBORO - Gunungkidul, sebuah kabupaten yang terletak di bagian timur Yogyakarta, terkenal dengan keindahan alam serta kekayaan kulinernya yang khas dan otentik. Makanan di Gunung Kidul rata-rata memanfaatkan bahan alami yang mudah didapat di daerah pegunungan dan kering, terutama singkong dan ketela pohon. Berikut beberapa makanan khas Gunung Kidul yang layak dicoba oleh wisatawan.

1. Thiwul

Thiwul adalah makanan pokok tradisional masyarakat Gunungkidul yang terbuat dari tepung ketela pohon atau singkong yang telah dikeringkan dan dihaluskan. Setelah diolah, thiwul biasanya dimasak atau dikukus lalu disajikan dengan gula jawa dan parutan kelapa agar rasanya lebih nikmat. Makanan ini biasa menjadi pengganti nasi di daerah yang memiliki keterbatasan sumber bahan pangan pokok. Thiwul cocok dinikmati dalam keadaan hangat agar gula jawa meleleh dan memberi rasa khas manis yang lembut.

2. Gathot

Gathot adalah varian olahan singkong lain yang juga populer di Gunungkidul. Terbuat dari singkong yang telah diiris, dikeringkan, dan dikukus, kemudian dicampur dengan parutan kelapa dan sedikit gula. Gathot memiliki tekstur kenyal dan bisa disajikan saat hangat atau dingin sebagai camilan tradisional yang unik dan lezat.

3. Sego Abang dan Sayur Lombok Ijo

Sego Abang atau nasi merah adalah menu yang biasa ditemukan di Gunungkidul. Biasanya disajikan bersama sayur lombok ijo yang pedas dan lauk seperti tempe bacem maupun empal. Makanan ini populer sebagai santapan utama yang menyegarkan dan menggugah selera, terutama setelah aktivitas wisata di alam seperti cave tubing dan rafting yang banyak terdapat di kawasan ini.

4. Belalang Goreng dan Bacem

Kuliner unik Gunungkidul lainnya adalah belalang goreng dan belalang bacem. Belalang kayu yang biasa hidup di pohon jati ini diolah dengan cara khusus, sebelum digoreng atau dibacem dengan bumbu sederhana namun kaya rasa. Makanan ini kaya protein dan dianggap sebagai camilan atau lauk yang menarik dan berbeda dari biasa.

5. Pathilo

Pathilo adalah camilan tradisional yang terbuat dari pati singkong yang diendapkan dan kemudian dikukus serta dikeringkan. Bentuknya mirip kerupuk atau rengginang dan rasanya gurih karena telah dibumbui sebelum proses pengukusan. Pathilo sering dijadikan oleh-oleh khas Gunungkidul yang mudah ditemukan di pasar dan pusat oleh-oleh.

Makanan khas Gunungkidul mencerminkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami yang tersedia terutama singkong dan ketela pohon. Hidangan seperti thiwul, gathot, sego abang, serta belalang goreng memperlihatkan keunikan kuliner daerah yang kaya tradisi dan rasa autentik. Mencicipi makanan ini akan memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap dan menyenangkan saat berkunjung ke Gunungkidul. Bagi yang berencana wisata ke Gunungkidul, jangan lupa mencoba dan membawa pulang camilan khas seperti pathilo sebagai oleh-oleh yang khas dan lezat.

(Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gunung kidul #thiwul #kuliner khas #otentik