RADAR MALIOBORO – Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai daerah penghasil singkong (telo) dengan kualitas yang unggul. Karena sebagian besar masyarakat menanam singkong di ladang atau kebun mereka. Melimpahnya hasil panen ini mendorong penduduk untuk mengolahnya menjadi beragam hidangan dan camilan lezat.
Salah satu camilan unggulan yang lahir adalah Pathilo. Pathilo adalah camilan atau makanan ringan khas Gunungkidul yang mungkin terdengar unik. Nama Pathilo senidri merupakan gabungan dari dua kata Jawa: pathi (sari) dan telo (singkong), yang menunjukkan bahan dasarnya.
Pathilo sendiri terbuat dari tepung singkong melalui proses yang sederhana dan tradisional:
1. Singkong dikupas, diparut, dan dihaluskan.
2. Hasil parutan kemudian diperas dan didiamkan semalam agar saripati mengendap.
3. Pati ini kemudian dicetak, dikukus, dan terakhir dikeringkan.
Pathilo memiliki bentuk seperti kerupuk atau rengginang yang bulat. Rasanya dijamin gurih karena pati singkong diberi bumbu sebelum di cetak, sehingga menjadikan camilan renyah khas dari daerah Gunungkidul.
Pathilo sangat disukai karena rasanya yang gurih dan tekstur yang renyah. Camilan ini populer disantap sebagai teman ngopi atau minum teh, bisa juga dijadikan pengganti kerupuk sebagai pelengkap saat makan. Pathilo juga menjadi oleh-oleh favorit yang banyak dibawa pulang oleh para pengunjung.
Dengan kekayaan cita rasa yang gurih dan renyah, serta proses pembuatan tradisional yang menjaga kualitas sari singkong terbaik, Pathila bukan sekadar camilan biasa, melainkan simbol ketangguhan dan kreativitas masyarakat Gunungkidul dalam mengolah hasil bumi mereka.
Jadi, pastikan saat Anda berkunjung ke Gunungkidul, jangan lewatkan untuk mencicipi sendiri keunikan Pathilo dan membawa pulang camilan legandaris ini sebagai oleh-oleh wajib yang menghadirkan pengalaman rasa otentik dari sari ‘telo’ terbaik.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin