Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sejarah dan Filosofi Gudeg, Makanan Ikonik Kota Jogja

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 7 Oktober 2025 | 21:17 WIB
Sejarah gudeg,makanan ikonik kota jogja.
Sejarah gudeg,makanan ikonik kota jogja.

RADAR MALIOBORO - Gudeg sebagai makanan khas Yogyakarta memiliki sejarah panjang yang kaya dengan nilai budaya dan tradisi yang erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Mataram di wilayah tersebut. Gudeg telah dikenal oleh masyarakat Yogyakarta sejak abad ke-15 hingga ke-16, tepatnya saat pembangunan Kerajaan Mataram Islam di Alas Mentaok, Kotagede. Pada masa itu, hutan yang akan dibabat menjadi keraton dipenuhi oleh pohon-pohon nangka dan kelapa. Karena buah nangka muda tidak bisa langsung dimakan dan lebih sulit dijual, masyarakat dan para pekerja keraton mulai mengolahnya menjadi hidangan yang dapat dikonsumsi secara luas dan bertahan lama.

Pengolahan nangka menjadi gudeg dilakukan dengan merebus nangka muda dalam santan bersama bumbu rempah yang khas selama berjam-jam dengan api kecil. Proses memasak yang membutuhkan kesabaran ini disebut dengan istilah "hangudeg" dalam bahasa Jawa, yang berarti mengaduk, cara memasak yang terus diaduk agar tidak gosong dan bumbu meresap dengan sempurna.

Gudeg pada awalnya merupakan makanan rakyat biasa, terutama bagi para pekerja dan prajurit Kerajaan Mataram yang memerlukan hidangan bergizi dengan bahan mudah didapatkan. Lama kelamaan, gudeg menjadi simbol budaya Kuliner Jawa yang kaya, yang menggambarkan filosofi kesabaran dan ketelatenan masyarakat setempat.

Seiring waktu, gudeg naik derajatnya menjadi makanan khas yang juga dinikmati masyarakat luas termasuk kalangan keraton dan bangsawan. Popularitasnya semakin melebar hingga dikenal luas oleh wisatawan dan menjadi ikon kuliner Yogyakarta. Bahkan, gudeg sudah menjadi bagian dari identitas budaya dan pariwisata Jogja yang tak terpisahkan.

Dalam beberapa dekade terakhir, inovasi dalam pembuatan gudeg muncul, contohnya gudeg kering yang lebih tahan lama dan cocok dijadikan oleh-oleh khas Yogyakarta, memperkuat posisi gudeg sebagai sajian kuliner utama yang populer.

Gudeg khas Jogja biasanya berwarna cokelat kemerahan dengan rasa manis yang khas berasal dari gula jawa, disandingkan dengan santan dan aneka rempah seperti daun salam, lengkuas, dan ketumbar. Biasanya disajikan dengan berbagai lauk pelengkap seperti ayam kampung, telur, tempe, tahu, dan sambal krecek.

Proses memasaknya yang panjang dan telaten adalah kunci gudeg memiliki rasa yang kompleks dan khas, mencerminkan karakter masyarakat Jawa yang sabar dan telaten tersebut.

Baca Juga: Ternyata Meyden dan Hengky Telah Sah Menikah Sejak Agustus! Netizen: Udah Curiga Dari Awal

(Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#yogyakarta #makanan khas #gudeg