Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Gudeg Kuliner Khas Jogja Bertahan di Tengah Modernisasi Kuliner

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:54 WIB
Ilustrasi Gudeg Kuliner Khas Jogja Bertahan di Tengah Modernisasi Kuliner.
Ilustrasi Gudeg Kuliner Khas Jogja Bertahan di Tengah Modernisasi Kuliner.

RADAR MALIOBORO - Gudeg, ikon kuliner Kota Yogyakarta, terus membuktikan sebagai warisan rasa yang tak lekang oleh zaman. Dengan cita rasa manis legit yang khas, gudeg kini hadir dalam dua wajah. Tradisional yang dipertahankan turun-temurun, dan modern yang berinovasi tanpa meninggalkan akar budayanya. Perpaduan ini menjadikan gudeg bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga duta pariwisata kuliner.

Gudeg tradisional yang dikenal luas berasal dari Yogyakarta. Ciri khasnya sangat kuat dan otentik.

Menggunakan jumlah gula aren yang banyak dan dimasak dalam waktu sangat lama (dimasak sampai asat atau kering). Mengering dan meresap sempurna ke dalam nangka muda (gori), menghasilkan tekstur yang lembut dan kental serta berwarna cokelat. Umumnya disajikan dengan nasi, sambal krecek pedas, telur pindang/bacem, dan ayam opor atau suwir. Gudeg kering tradisional memiliki daya tahan yang lebih lama, menjadikannya oleh-oleh favorit. Tokoh legendaris seperti Gudeg Yu Djum.

Menghadapi gaya hidup modern dan kebutuhan wisatawan, para pelaku usaha gudeg di Yogyakarta tak tinggal diam. Mereka melakukan modernisasi, rasa, bahan, dan pengemasan.

1. Inovasi dilakukan untuk memecah stigma bahwa gudeg harus selalu manis. Beberapa chef dan pengusaha mulai mengembangkan

• Gudeg Sehat Inovasi gudeg yang menggunakan jantung pisang (manggar) sebagai bahan utama pengganti nangka muda. Gudeg manggar dikenal memiliki rasa yang lebih gurih dan berserat tinggi, diklaim lebih sehat dan rendah kolesterol.

• Gudeg Pedas atau Gurih Sejumlah penjual menawarkan gudeg dengan rasa manis yang lebih ringan, menyeimbangkan dengan gurihnya santan dan pedasnya sambal krecek, untuk memenuhi selera yang tidak terlalu menyukai rasa manis.

2. Modernisasi Pengemasan dan Teknologi

Demi menjangkau pasar yang lebih luas dan praktis, gudeg kini dikemas menggunakan teknologi modern

• Gudeg Kaleng Inovasi pengemasan hampa udara yang membuat gudeg tahan hingga satu tahun tanpa pengawet. Ini sangat memudahkan wisatawan membawa gudeg sebagai oleh-oleh jarak jauh.

Baca Juga: Halloween Sebentar Lagi, Sudah Siap Maraton Deretan Film Horor Underrated Berikut Ini?

Dengan adanya dua varian tradisional yang mempertahankan resep leluhur, dan modern yang beradaptasi Gudeg Jogja telah memperkokoh statusnya di dunia kuliner Indonesia. Ini membuktikan bahwa sebuah warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang tanpa harus kehilangan identitas aslinya.

(Dela Apriyanti)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gudeg #khas #makanan #jogja