Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa kue cubit ini sudah ada sejak ratusan tahun silam yang dimana hal ini merujuk pada The Dutch Table.
Kue cubit ini berasal dari negara Belanda yang namanya adalah Poffertjes.
Kue cubit ini memang memiliki sejarah yang cukup panjang. Cerita dibalik kue cubit cukup unik untuk ditelusuri.
Pada awalnya bahan-bahan untuk membuat kue cubit sendiri berasal dari tumbuhan yang mudah ditemukan di tanah yang gersang.
Para biarawati sering menambahkan taburan gula dan olesan mentega agar rasa dari kue poffertjes ini menjadi lebih nikmat.
Seiring waktu berjalan, kue ini dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia saat hendak menjajah negara Indonesia.
Seiring berjalannya waktu juga, kue ini kemudian disebut dengan sebutan kue cubit oleh bangsa Indonesia.
Untuk kepopuleraan kue cubit di indonesia mulai terjadi di sejak tahun 1970 hingga 1980-an.
Saat itu kue cubit banyak yang menjualnya dengan sebuah gerobak dan kebanyakan menjadi jajanan di sekolahan.
Mulai saat itu, banyak masyarakat Indonesia yang menyukai kue cubit dan sampai zaman sekarang juga masih menjadi jajanan favorit.
Kue cubit memang sudah menjadi jajanan favorit di hati banyak orang.
Rasa dari kue cubit ini identik dengan rasa yang manis serta memiliki tekstur yang lembut.
Kue cubit juga sudah mulai berinovasi dengan berbagai topping atau rasa.
Seringkali, kue cubit dibuat dengan topping messes atau keju diatasnya.
Ada juga topping rasa buah-buahan, seperti topping strawberry dan blueberry.
Dalam proses pembuatan kue cubit, biasanya penjual akan menggunakan sebuah alat pencapit sehingga akan membuat kesan kue yang dicubit.
Di zaman sekarang, kita masih bisa menemukan kue cubit di jajanan pasar atau jajanan pinggir jalan.
Biasanya kue cubit juga menjadi kue yang disajikan saat ada acara kajian atau pengajian.
Rasa dari kue cubit ini memang melegenda dan menjadi salah satu favorit jajanan masyarakat Indonesia.
Apakah dari kalian ada yang menyukai kue cubit satu ini?
Penulis: Cut Nazwa Khiranjani