RADAR MALIOBORO – Jauh di antara kabut tipis dan udara dingin yang menyelimuti dataran tinggi, di daerah Wonosobo tersembunyi sebuah legenda kuliner yang kelezatannya tak lekang oleh waktu, Mie Ongklok.
Jangan hanya membayangkan hidangan mie biasa saja, namun mie ini terbuat dari racikan yang dimasak dengan cara yang unik, dikentalkan dengan kuah berbumbu kaya yang dapat melukis lidah.
Terbuat dari campuran bahan alami, seperti udang kering, saripati singkong, gula merah, dan bubuk kacang dan selalu didampingi sate sapi atau tempe kemul yang renyah.
Mie ongklok bukan hanya sekadar makanan biasa, melainkan adalah warisan, sebuah “resep rahasia para dewa” yang hanya dapat Anda temukan di jantung Wonosobo, siap untuk membongkar misteri rasa di balik setiap suapannya.
Mie Ongklok sendiri adalah makanan yang terinspirasi dari kuliner khas Tionghoa. Mie unik ini terbuat dari rebusan sayuran, kucai, mie, dan kemudian disiram kuah kental yang disebut “Lo”.
Resep mie ongklok ini pertama kali diperkenalkan oleh Kwa Tjin Hwat pada tahun 1940-an. Dahulu mie ini dibuat untuk memanfaatkan kekayaan alam Wonosobo, seperti kubis, selada, dan kucai. Dengan melimpahnya bahan baku ini mendukung pembuatan makanan tradisional satu ini.
Dengan sejarah yang berakar dari akulturasi budaya Tionghoa dan kekayaan alam lokal Wonosobo, Mie Ongklok bukan hanya memuaskan perut lapar saja, tetapi juga menawarkan pengalaman rasa yang otentik dan tak terlupakan.
Jadi, saat Anda berlibur ke Wonosobo, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner dengan “Resep Rahasia Para Dewa” ini. Biarkan kuah kentalnya yang gurih, pedas, dan manis memanjakan lidah Anda dan membuktikan bahwa legenda kuliner sejati memang tersembunyi di balik kabut dingin Puncak Wonosobo.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin