RADAR MALIOBORO – Sego Berkat Mbah Prawiro adalah fenomena kuliner tradisional yang kembali berhasil merebut hati. Pasalnya, hidangan ini bukan hanya sekadar makanan biasa, melainkan pengalaman nostalgia yang otentitk.
Disajikan dengan dibungkus daun jati, aroma ndesonya menciptakan kelezatan yang tak tertandingi dan susah dilupakan. Ini dia jebakan rasa nostalgia yang sukses memanjakan lidah seluruh nusantara.
Sesuai dengan namanya, Sego Berkat Mbah Prawiro merupakan tempat makan yang menjajakan sego berkat alias nasi dengan ragam lauk dan makanan khas Jawa lainnya yang masih diolah dengan cara tradisional.
Dengan berlokasi di Jl. Pramuka No. 41, Pandansari, Kec. Wonosari, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta. Meskipun tempatnya kecil, namun rumah makan ini tidak pernah sepi pembeli.
Pada umumnya, sego berkat adalah nasi yang disajikan dengan lauknya seperti tahu, tempe, aneka olahan telur dan ayam, dan lainnya.
Namun, yang menjadikan Sego Berkat Mbah Prawiro menjadi spesial adalah karena alas dan cara memasaknya. Nasi yang sengaja dingin dengan lauknya berupa oseng tempe, bihun goreng, empal, serundeng, telur, dan tempe bacem yang disajikan di atas daun jati. Membuat rasa dan aromanya menjadi khas dan berbeda dengan sego berkat yang beralaskan kertas minyak.
Rahasia utama terletak
pada dapur tradisonalnya. Cara memasaknya masih murni menggunakan tungku dan kayu bakar, sehingga menciptakan rasa yang tak tertandingi. Kelezatannya berasal dari perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas dari oseng tempe hingga empal yang lembut, wajib untuk dicoba.
Selain itu, ketika menyajikan makanannya ke pembeli, makanan tetap diletakkan di atas pawon (dapur) untuk memberikan kesan fresh from the oven.
Apabila Anda berniat untuk menghabiskan waktu sarapan atau siang di sini, usahakan untuk dateng pada pukul 05.30 hingga 14.30 WIB. Harga yang ditawarkan juga cukup murah mulai dari Rp1.000 - Rp25.000.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin