RADAR MALIOBORO - Sate Klathak adalah salah satu kuliner legendaris yang berasal dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dari sate pada umumnya, Sate Klathak menggunakan bahan dasar daging kambing dengan tusukan sate yang terbuat dari besi jeruji sepeda. Ciri khas ini bukan hanya unik dari segi bahan, tetapi juga memberikan aroma dan rasa yang khas saat sate dibakar dengan bumbu garam sederhana. Sate ini biasanya disajikan dalam porsi 2 hingga 4 tusuk lengkap dengan kuah gurih yang melengkapi citarasanya.
Sate Klathak pertama kali diperkenalkan oleh Mbah Ambyah, seorang pelopor usaha sate dari Jejeran, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Usaha warung sate ini mulai dikenal sekitar tahun 1940-an. Nama "Klathak" sendiri berasal dari buah melinjo yang banyak berjatuhan di sekitar warung Mbah Ambyah dan dari bunyi "tak..tak..tak.." yang dihasilkan ketika sate dibakar dan garam disiramkan ke bara arang, menimbulkan suara khas yang menjadi ciri pembeda kuliner ini.
Sate Klathak menjadi kebanggaan masyarakat Bantul karena mewakili kekhasan kuliner daerah ini. Proses pembakaran menggunakan besi jeruji sepeda membuat daging kambing matang merata dengan aroma yang khas dan rasa yang lebih gurih, berkat penggunaan bumbu garam yang sederhana tapi efektif meningkatkan rasa alami daging kambing. Penyajian dengan kuah gurih pelengkap membuat Sate Klathak diminati oleh wisatawan dan menjadi ikon kuliner Yogyakarta, selain terkenal dengan Gudeg dan Bakpia.
Bagi penggemar kuliner yang ingin menikmati Sate Klathak autentik di Bantul, berikut beberapa warung legendaris yang wajib dikunjungi:
1. Sate Klathak Pak Pong
Berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 18, Jejeran II, Wonokromo, Kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta. Sate klathak Pak Pong yaitu warung tertua dan paling legendaris, berdiri sejak tahun 1960-an dan selalu ramai pengunjung, baik wisatawan maupun warga lokal. Menyajikan sate klathak, tongseng, tengkleng kambing dengan harga sekitar Rp30.000 per porsi. Buka pukul 09.00-23.30 WIB.
2. Sate Klathak Pak Bari
Berlokasi di Pasar Wonokromo, Jalan Imogiri Timur No. 5, Wonokromo, Kecamatan Pleret, Bantul. Selain sate lezat, tempat ini juga lokasi syuting film "Ada Apa Dengan Cinta 2". Buka malam hari pukul 18.30 hingga tengah malam, menawarkan sate, tongseng, dan bakmi. Harga sate sekitar Rp27.000, bakmi mulai Rp15.000.
3. Sate Klathak Mak Adi
Berlokasi di Jalan Imogiri Timur KM 10, Jati, Wonokromo, Kecamatan Pleret, Bantul. Dikenal sebagai pelopor sate klathak Bantul, berdiri sejak 1995. Menyediakan sate klathak, sate goreng, dan krenyos (lemak goreng). Buka pukul 10.00-01.00 WIB, harga mulai Rp20.000 per porsi.
4. Sate Klathak Bu Jazim
Berlokasi di Jalan Imogiri Timur, Ketongo, Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Warung ini cukup terkenal di kawasan Imogiri Bantul. Menawarkan menu sate klathak dan gulai dengan suasana sederhana tapi rasa autentik. Buka dari pagi hingga malam hari.
Keempat warung ini berada di Kecamatan Pleret dan Wonokromo, Bantul, yang menjadi pusat kuliner sate klathak di Yogyakarta dan memiliki reputasi kuat di kalangan wisatawan dan pecinta kuliner lokal.
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin