Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Waspada, Terlalu Sering Makan Ramen Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 16 Oktober 2025 | 22:32 WIB

Ilustrasi Terlalu Sering Makan Ramen Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini. (Pinterest)
Ilustrasi Terlalu Sering Makan Ramen Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini. (Pinterest)


RADAR MALIOBORO — Siapa yang tidak suka ramen? Hidangan mie asal Jepang ini memang menggoda lidah dengan kuah gurih, topping daging, telur, dan sayuran. Namun, penelitian mengingatkan agar konsumsi ramen tidak dilakukan terlalu sering. Sebuah studi di Jepang menemukan bahwa mengonsumsi ramen lebih dari satu kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko kematian dini. 

Baca Juga: Diborgol dan Ditutup Matanya, Ammar Zoni Dipindah ke Nusakambangan, Biar Kapok!

Penelitian yang dilakukan oleh tim ahli gizi dari Osaka University itu mengungkapkan bahwa kandungan natrium, lemak jenuh, dan pengawet dalam ramen instan menjadi faktor utama penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung dan hipertensi. 

Baca Juga: Di balik Bentuknya Yang Indah Ternyata Menyimpan Sesuatu, Ini Dia Sederet Fakta Menarik dari Bunga Melati!

Konsumsi natrium yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya memicu gangguan jantung dan stroke. Selain itu, kadar MSG dan bahan tambahan buatan lainnya yang sering digunakan dalam ramen instan juga bisa berdampak buruk pada fungsi organ tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.

Baca Juga: Sejarah Benteng Vredeburg Sebagai Benteng Pertahanan Belanda di Yogyakarta

Para ahli menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi ramen maksimal satu kali dalam seminggu, serta memilih versi yang lebih sehat misalnya ramen buatan sendiri dengan kuah alami dan sayuran segar.
Meski begitu, bukan berarti penggemar ramen harus berhenti total. Ramen tetap bisa dinikmati, namun dengan porsi dan frekuensi yang bijak. Karena di balik kelezatannya, tersembunyi risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.

(Dela Apriyanti)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dini #Ramen #makan #kematian