Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Soto Kudus, Salah Satu Ciri Khas Soto Dari Kudus Jawa Tengah

Bahana. • Jumat, 17 Oktober 2025 | 22:07 WIB

Photo
Photo
RADAR MALIOBORO – Soto kudus merupakan salah satu kuliner dari Kota Kudus, soto ini berbeda dengan soto pada umumnya.

Ciri khas pada soto kudus ini terletak pada daging yang dipakai untuk membuat soto.

Dalam pembuatannya, soto kudus ini memakai daging kerbau sehingga membuatnya menjadi berbeda dengan soto pada umumnya.

Keunikan inilah yang sekaligus juga menjadi ciri khas dan keistemewaan dari soto kudus.

Di Kota Kudus sendiri, soto kudus merupakan salah satu kuliner yang sangat disukai.

Selain perbedaannya yang memakai daging kerbau, soto kudus sendiri juga terkenal dengan bumbu remjpah-rempahnya yang khas sehingga membuat rasa dari soto ini menjadi semakin gurih.

Selain adanya irisan daging kerbau, soto ini juga dilengkapi dengan irisan kol, sohun, taoge, taburan daun seledri, bawang goreng, serta butiran kacang kedelai yang dimana lengkap dengan siraman kuah kaldu yang terbuat dari daging kerbau dan bumbu rempah-rempah.

Dilansir dari Indonesiakaya.com, soto kudus sendiri diketahui menyimpan cerita sejarah dibaliknya.

Diketahui bahwa dulunya kota Kudus sendiri memiliki nama dengan sebutan Kota Tajuga.

Diubah menjadi Kudus karena adanya terkait sejarah mengenai perkembangan agama Islam di Tanah Jawa yang tidak terlepas dari peran Wali Songo, salah satunya adalah Ja’far Shadiq atau Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus.

Pada masa inilah, Kota Tajug berganti nama menjadi Kudus yang diambil dari Bahasa Arab Al-Quds yang berarti kesucian.

Dari sinilah sunan kudus mengajarkan dakwah untuk bertoleransi dengan umat non-Muslim yang dilakukan melalui seni, sosial, dan budaya.

Sunan Kudus memahami bahwa dalam agama Hindu yang menjadi agama mayoritas yang dianut oleh penduduk pada saat itu, terdapat ajaran Ahimsa atau ahiṃsā atau ahingsā.

Istilah dari bahasa Sansekerta yang berarti “anti-kekerasan.” Sebuah ajaran untuk tidak menyakiti atau membunuh makhluk hidup, termasuk sapi.

Oleh karena itu, untuk menghormati penganut agama Hindu serta menjaga toleransi antar umat beragama, Sunan Kudus melarang pengikutnya untuk menyembelih sapi, termasuk pada saat perayaan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

Itulah mengapa sampai di zaman sekarang, soto kudus yang menjadi kuliner khas Kota Kudus menggunakan daging kerbau dalam proses pembuatannya.

Walaupun soto ini menggunakan daging kerbau, peminat atau penggemar dari soto ini bisa dibilang cukup banyak.

Kota Kudus memang memiliki sejarah yang cukup panjang dan kita sebagai masyarakat Indonesia harus bisa saling mengerti dan menghormati dibalik sejarah itu.

Apakah dari kalian sudah pernah ada yang mencoba soto kudus? Kalau belum, silahkan dicoba ya dan nikmati sensasi rasa soto yang berbeda pada umumnya.

Penulis: Cut Nazwa Khiranjani

Editor : Bahana.
#Soto Kudus #soto #jawa tengah