Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Fenomena Puthul Gunungkidul Dari Hama Pertanian Menjadi Kuliner Ekstrem

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 12:39 WIB
Fenomena puthul Gunungkidul ( Tiktok @belalangkriuk30)
Fenomena puthul Gunungkidul ( Tiktok @belalangkriuk30)

RADAR MALIOBORO - Puthul adalah serangga kecil yang dikenal juga sebagai kumbang tanah dengan nama ilmiah Phyllophaga helleri, yang sering muncul di wilayah Gunungkidul, terutama di awal musim penghujan. Masyarakat Gunungkidul mengenal musim kemunculan puthul sebagai fenomena alam yang unik, dimana serangga ini muncul di sawah dan ladang setelah tanah mulai lembap. Meski puthul dikenal sebagai hama yang merusak akar tanaman padi, serangga ini memiliki nilai penting dalam ekosistem alam serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Selain sebagai bagian dari siklus alam, puthul juga dimanfaatkan oleh warga Gunungkidul sebagai sumber makanan tradisional ekstrim. Masyarakat mengolah puthul menjadi berbagai hidangan seperti puthul goreng dan puthul bacem yang memiliki cita rasa gurih dan tekstur renyah. Tradisi berburu dan mengolah puthul ini memperlihatkan hubungan harmonis antara manusia dengan alam, serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Fenomena munculnya puthul tidak hanya menjadi momen panen bagi petani, tetapi juga menjadi bagian dari budaya sekaligus penguat solidaritas sosial masyarakat, dimana warga bersama-sama menjaga keseimbangan ekosistem agar serangga ini tidak menjadi gangguan berlebihan bagi pertanian. Karena kemunculan puthul hanya berlangsung singkat, tradisi ini menjadi peristiwa yang dinantikan masyarakat Gunungkidul sebagai warisan dan kekayaan alam yang unik.

Dengan cara pengolahan sederhana namun lezat, puthul telah membuka peluang ekonomi berupa penjualan baik secara langsung maupun secara online, menjadikannya salah satu kuliner musiman khas Gunungkidul yang menarik bagi wisatawan dan pecinta kuliner ekstrim.

(Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Ekstrem #fenomena #puthul #kuliner