RADAR MALIOBORO — Berlibur ke Yogyakarta rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khasnya, yaitu bakpia. Berbentuk bulat kecil ini punya berbagai varian isi, mulai dari kacang hijau, cokelat, hingga keju dan masih banyak lagi. Di antara banyaknya toko yang menjual bakpia, berikut tiga tempat paling populer dan direkomendasikan wisatawan.
1. Bakpia Pathok 25
Alamat: Jl. AIP II KS Tubun No.173, Pathuk, Ngampilan, Yogyakarta
Harga: Mulai Rp40.000 per kotak
Ciri khas: Rasa klasik dan legit
Bakpia Pathok 25 menjadi merek bakpia legendaris yang sudah berdiri sejak 1948. Produksinya masih menggunakan resep turun-temurun dengan cita rasa otentik khas Yogyakarta. Varian favoritnya adalah kacang hijau dan keju, dengan tekstur kulit yang lembut namun tidak mudah hancur.
Tempat ini juga menjadi spot wajib bagi wisatawan karena berlokasi tidak jauh dari Malioboro.
2. Bakpia Juwara Satoe
Alamat: Pathuk, Jl. Jogonegaran, Ngampilan, Kota Yogyakarta.
Harga: Rp10.000–Rp45.000 per kotak
Ciri khas: Kulit lembut dan varian isi modern
Bakpia Juwara Satoe dikenal dengan bakpianya yang lembut dan tidak terlalu manis, cocok untuk semua kalangan. Toko ini menawarkan beragam rasa seperti cokelat, kacang hijau, dan keju yang kekinian. Selain itu, pengemasan bakpia di sini juga modern sehingga awet untuk dibawa perjalanan jauh.
3. Bakpia Kukus Tugu Jogja
Alamat: Jl. Malioboro No.91, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
Harga: Rp36.000 per kotak
Ciri khas: Bakpia dengan tekstur lembut dan aroma khas. Bakpia Kukus Tugu Jogja merupakan inovasi baru yang menggabungkan konsep bakpia tradisional dengan tekstur lembut ala bolu kukus. Rasa favoritnya antara lain cokelat, kacang hijau, dan red velvet. Banyak wisatawan muda memilih merek ini karena tampilannya yang modern dan praktis untuk dijadikan oleh-oleh.
Bakpia bukan sekadar oleh-oleh, tapi juga simbol keramahan dan tradisi panjang kuliner Yogyakarta. Dari yang klasik hingga modern, tiga tempat di atas bisa jadi pilihan terbaik untuk membawa pulang manisnya kenangan dari Kota ini!
(Dela Apriyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin