RADAR MALIOBORO - Tiwul makanan tradisional yang berasal dari pengolahan singkong kering (gaplek) kini semakin mendapat perhatian sebagai alternatif pengganti nasi putih di Indonesia.
Makanan ini memiliki sejumlah keunggulan gizi yang menjadikannya pilihan menarik dalam pola makan sehat.
Salah satu keunggulan utama tiwul adalah kandungan serat yang relatif tinggi.
Sebuah artikel menyebutkan bahwa tiwul mengandung sekitar 4,5 gram serat per 100 gram, yang berarti cukup membantu menjaga fungsi pencernaan dan mencegah masalah seperti sembelit atau gangguan usus. Serat juga dapat membantu menjaga rasa kenyang dan mengurangi konsumsi berlebih.
Selain tinggi serat, tiwul juga mengandung karbohidrat kompleks serta pati resisten jenis pati yang dicerna dengan lambat oleh tubuh.
Hal ini penting karena karbohidrat dengan pencernaan lambat membantu menjaga kestabilan gula darah dan memberikan energi yang lebih tahan lama dibandingkan karbohidrat sederhana.
Rendahnya indeks glikemik tiwul juga menjadi salah satu kelebihan bagi orang yang memperhatikan kadar gula darah.
Sebuah laporan menyebut bahwa tiwul cocok untuk diet rendah glikemik dan untuk individu yang mungkin sedang mengontrol gula darahnya. Dengan demikian, tiwul bisa menjadi pilihan pengganti nasi buat yang ingin menghindari naik-turunnya gula darah secara drastis.
Lebih lanjut, kandungan nutrisi mikro juga tidak bisa diabaikan. Tiwul dilaporkan mengandung vitamin B kompleks (seperti B1, B2, B3) serta mineral seperti zat besi, kalsium, fosfor, dan kalium.
Nutrisi ini mendukung fungsi tubuh mulai dari produksi sel darah merah, kesehatan tulang, hingga metabolisme
Manfaat tiwul bagi pengendalian berat badan juga banyak disebut. Karena rendah lemak dan kalori serta mengandung karbohidrat kompleks yang membuat kenyang lebih lama, tiwul dapat membantu mengurangi keinginan makan berlebih dan mendukung program diet.
Selain itu, tiwul juga bebas gluten karena bahan utamanya singkong sehingga bagi mereka yang memiliki intoleransi terhadap gluten atau kondisi seperti penyakit celiac, tiwul bisa jadi opsi pengganti.
Hal ini menjadikan tiwul bukan hanya umum pada budaya lokal, tapi juga relevan untuk tren pangan fungsional dan kebutuhan diet khusus.
Dengan segala kelebihan tersebut kaya serat, karbohidrat kompleks, nutrisi mikro, bebas gluten, serta mendukung pengendalian berat badan atau gula darah tiwul layak dilirik sebagai pilihan alternatif pengganti nasi putih.
Semangat untuk kembali mengenali pangan lokal sekaligus menjaga kesehatan bisa berjalan bersamaan.
Penulis: Adella Haviza
Editor : Bahana.