RADAR MALIOBORO - Bika Ambon adalah salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang paling ikonik. Dikenal dengan warna kuning cerah, rasa manis yang legit, dan teksturnya yang unik dengan rongga-rongga seperti sarang lebah, kue basah ini telah menjadi oleh-oleh wajib dari Kota Medan, Sumatera Utara.
Namun, namanya yang mengandung kata "Ambon" (ibu kota Maluku) sering kali menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang. Faktanya, Bika Ambon sama sekali tidak berasal dari Ambon, Maluku, melainkan lahir dan besar di ranah Melayu, khususnya di Medan.
Secara historis, Bika Ambon diyakini merupakan hasil modifikasi dan pengembangan dari kue tradisional Melayu yang disebut Bingka atau Bika.
Perbedaan utama antara Bingka Melayu dan Bika Ambon terletak pada bahan pengembangnya. Bika Ambon menggunakan bahan pengembang alami yang dihasilkan dari nira atau tuak enau (fermentasi) dalam proses pembuatannya.
Proses fermentasi inilah yang menghasilkan tekstur berserat, berongga, dan kenyal yang menjadi ciri khas Bika Ambon.
Bika Ambon sendiri telah tercatat dalam sejarah kuliner Indonesia sejak masa kolonial Belanda, dibuktikan dengan adanya iklan "Bikang Ambon" di surat kabar De Locomotief di Semarang pada tahun 1933. Konon, Bika Ambon pertama kali dijual secara luas dan menjadi populer di persimpangan Jalan Ambon Sei Kera di Medan.
Karena lokasinya yang strategis dan produknya yang laris manis, nama jalan tersebut kemudian melekat pada kue, menjadikannya "Bika Ambon."
Beberapa pihak berpendapat bahwa kata "Ambon" mungkin berasal dari kosakata Bahasa Medan atau Melayu lokal yang sudah jarang digunakan, di mana "ambon" berarti lembut atau empuk.
Terlepas dari asal-usul namanya yang membingungkan, Bika Ambon tetap memiliki identitas yang kuat sebagai kuliner khas Medan.
Ciri khas Bika Ambon terletak pada teksturnya yang seperti sarang lebah serta penggunaan santan, daun jeruk, dan pandan memberikan aroma wangi yang sangat menggugah selera.
Seiring berjalannya waktu, Bika Ambon tidak hanya hadir dalam rasa pandan atau original, tetapi juga telah berinovasi dengan varian rasa modern seperti keju, moka, dan durian, semakin memperkuat posisinya sebagai oleh-oleh legendaris Indonesia.
Bagi kalian yang belum pernah mencoba kue satu ini, jangan lupa coba ya! Dijamin rasanya enak!
Penulis: Cut Nazwa Khiranjani