RADAR MALIOBORO - Yogyakarta bukan hanya memikat sebagai kota budaya, tetapi juga surganya wisata kuliner dengan sajian yang lezat, beragam, dan ramah di kantong.
Keistimewaan kuliner Yogyakarta tak lepas dari setiap wilayahnya yang memiliki cita rasa khas tersendiri. Bantul, salah satu kabupaten di Yogyakarta, menyimpan harta kuliner legendaris yang kini namanya sudah melambung hingga ke berbagai penjuru daerah.
Hidangan istimewa itu tak lain adalah Mie Lethek atau Mie Letheg, sajian unik yang berhasil mencuri perhatian para penikmat kuliner Nusantara.
Mie Lethek merupakan hidangan tradisional ikonik yang berasal dari Bantul. Kuliner khas ini lahir dari Desa Bendo Trimurti yang terletak di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan QRIS: Tips Bertransaksi Digital dengan Aman
Bahan dasar pembuatan Mie Lethek adalah tepung singkong yang diproses dengan cara tradisional. Menariknya, hingga kini pembuatan Mie Lethek masih mempertahankan metode konvensional dengan memanfaatkan tenaga sapi untuk mengaduk dan mencampur adonan bahan bakunya.
Proses pembuatan Mie Lethek dimulai dengan mengaduk bahan baku berupa tepung singkong dan gaplek menggunakan silinder seberat 1 ton yang digerakkan oleh tenaga sapi.
Adonan yang telah tercampur rata kemudian dikukus dalam tungku tanah liat. Setelah kadar airnya disesuaikan, adonan dikukus kembali, dipotong, lalu dicetak menggunakan alat tradisional bernama “tarikan” yang terbuat dari kayu tepeng.
Proses pencetakan memerlukan minimal 8 orang dengan tugas berbeda, ada yang menginjak balok kayu berdiameter 40 cm (disebut “munyuk” karena gerakannya seperti kera meloncat), dan ada yang menarik kayu secara bersamaan. Setelah berhasil dicetak, mie kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.
Baca Juga: Nyaman dan Kasual, Intip Gaya Berpakaian Gen Z di Tahun 2026
Berdasarkan informasi dari situs resmi Kalurahan Trimurti, penamaan Mie Lethek berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang bermakna kotor atau kusam.
Penyebutan ini merujuk pada tampilan mie yang terlihat kusam dan seperti kotor akibat komposisi bahan pembuatannya yang terdiri dari tepung gaplek dan tepung tapioka, serta tidak menggunakan bahan pengawet ataupun pewarna kimia sama sekali.
Dari segi cita rasa dan tekstur, Mie Lethek memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari jenis mie lainnya. Mie lethek biasanya diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti mie Jawa, yang dalam pengolahannya dicampur dengan telur, bakso, sayur, kol, dan berbagai bahan lainnya.
Kabar gembira bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi kelezatan Mie Lethek yang legendaris ini! Kini Anda tidak perlu jauh-jauh datang ke Bantul untuk menikmatinya.
Mie Lethek sudah tersedia dan dapat dibeli dengan mudah melalui e-commerce. Jadi, tunggu apa lagi? Segera pesan dan rasakan sendiri keunikan cita rasa kuliner tradisional Yogyakarta yang satu ini.
Setiap suapan Mie Lethek bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan cerita panjang warisan budaya yang tetap lestari hingga kini.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Mi_letheg , https://trimurti-bantul.desa.id/
( Tiya Ermiyati )