Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ramadan Jadi Momentum Usaha, Ini Ide Jualan Takjil Kekinian yang Bisa Kalian Coba

Magang Radar Malioboro • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:37 WIB
Ilustrasi ide jualan takjil Ramadan. (Pinterest)
Ilustrasi ide jualan takjil Ramadan. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Menjelang bulan suci Ramadan, banyak orang mulai melirik peluang usaha musiman, salah satunya berjualan takjil. Setiap sore, menjelang waktu berbuka, permintaan makanan dan minuman ringan meningkat tajam. Kondisi ini membuka kesempatan bagi Masyarakat yang ingin menambah penghasilan, baik melalui usaha rumahan, lapak dadakan, maupun jualan secara daring.

Bagi yang ingin berjualan takjil di bulan Ramadan, memilih produk yang tepat tetap menjadi kuncinya.

Takjil yang praktis, mudah dibuat, dan sesuai selera pasar cenderung lebih cepat laku. Berikut beberapa ide jualan takjil kekinian yang dinilai memiliki peluang besar selama Ramadan.

1. Minuman segar
Bagi yang ingin berjualan takjil, minuman segar bisa menjadi pilihan utama. Es kopi susu, es cokelat, es matcha, hingga minuman susu dengan topping jelly atau buah masih banyak diminati.

Selain bahan bakunya mudah didapat, minuman juga bisa diproduksi dalam jumlah banyak dengan modal yang relatif terjangkau. Kemasan yang rapi dan menarik dapat menambah nilai jual, terutama jika dijual untuk dibawa pulang.

2. Dessert box
Dessert box menjadi pilihan menarik bagi penjual takjil karena mudah disajikan dan tidak memerlukan tempat makan. Konsumen cukup membeli dan menyimpannya hingga waktu berbuka.

Dari sisi penjual, dessert box dapat dibuat secara bertahap dan disimpan dalam lemari pendingin. Variasi rasa seperti cokelat, keju, dan matcha memungkinkan penjual menjangkau lebih banyak pembeli.

3. Gorengan dengan konsep kekinian
Gorengan masih menjadi primadona saat Ramadan. Namun, agar tidak kalah saing, penjual bisa menghadirkan varian yang lebih modern, seperti risol mayo, tahu crispy isi ayam, tahu walik, lumpia isi ayam (sosis), atau lumpia isi keju.

Jenis takjil ini cocok untuk penjual pemula karena proses pembuatannya sederhana dan harga jualnya fleksibel. Gorengan juga sering dibeli dalam jumlah banyak untuk disantap bersama keluarga.

4. Olahan kurma
Kurma identik dengan bulan puasa dan hampir selalu dicari saat Ramadan. Penjual dapat mengolah kurma menjadi produk yang lebih menarik, seperti kurma isi keju, cokelat, atau minuman berbahan dasar kurma.

Selain memiliki nilai religius, kurma dikenal sebagai sumber energi yang baik saat berbuka. Hal ini bisa menjadi keunggulan tersendiri saat menawarkan produk kepada pembeli.

5. Takjil porsi mini
Bagi calon penjual yang ingin menawarkan menu selain manis, takjil gurih dengan porsi kecil bisa menjadi alternatif. Rice bowl mini, dimsum, atau pastel panggang cocok dijadikan menu pembuka sebelum makan besar.

Porsi kecil membuat konsumen tidak merasa terlalu kenyang, sehingga produk ini tetap relevan sebagai takjil. Menu seperti ini juga bisa dijual dalam bentuk paket hemat.

6. Menyesuaikan dengan Tren Pasar
Takjil yang sedang viral di media sosial sering kali menarik perhatian pembeli. Bagi penjual, mengikuti tren bisa menjadi strategi pemasaran yang efektif, terutama untuk menarik konsumen anak muda.

Meski begitu, kualitas rasa, kebersihan, dan konsistensi tetap harus dijaga agar pembeli tidak hanya datang karena tren, tetapi juga melakukan pembelian ulang.


Bagi masyarakat yang ingin berjualan takjil selama Ramadan, peluang selalu terbuka lebar. Dengan memilih produk yang sesuai kemampuan, modal, dan target pasar, usaha takjil bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan selama bulan puasa.
(Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ramadan #momen #takjil #jualan #menjadi #usaha #ide