Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kue Basah Kekinian Jadi Andalan, Disperindag Sleman Dorong Peluang Usaha Baru

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 20 Mei 2026 | 03:58 WIB
Bimtek Pembuatan Kue Basah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, di Bedingin Wetan RW 35, Tokerten, Sumberadi, Mlati, Selasa (19/5/2026). (Nanang Febriyanto/Radar Jogja) 
Bimtek Pembuatan Kue Basah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, di Bedingin Wetan RW 35, Tokerten, Sumberadi, Mlati, Selasa (19/5/2026). (Nanang Febriyanto/Radar Jogja) 

SLEMAN - Tren kuliner kini tak cukup hanya mengandalkan rasa.

Tampilan menarik dan promosi digital ikut menentukan penjualan.

Peluang itu ditangkap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman lewat Bimtek Pembuatan Kue Basah.

Berlangsung di Bedingin Wetan RW 35, Tokerten, Sumberadi, Mlati, Selasa (19/5/2026).

Pelatihan berlangsung empat hari hingga Jumat (22/5/2026).

Kegiatan merupakan pokok pikiran Anggota DPRD Sleman, Lilik Dwi Wahyana.

Peserta didominasi ibu-ibu. Mereka dilatih membuat aneka produk kue basah seperti Muso Srikaya, Bolu Kukus Gula Merah, Muffin Cokelat, Brownies Panggang, Lapis Surabaya Ekonomis, Bolu Pandan Keju, Bolu Ubi Ungu Lumer, Roll Cake Abon, dan Cake Tape. 

Baca Juga: Pupuk Kaltim Tinjau Gudang Pupuk Telaga, Pastikan Stok dan Distribusi Gorontalo Aman

Kabid Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari mengatakan, usaha kuliner rumahan masih menjadi sektor favorit UMKM.

 Namun persaingan kini makin ketat sehingga pelaku usaha harus kreatif membaca tren pasar.

“Produk sederhana bisa viral jika dikemas menarik dan dipromosikan dengan tepat di media sosial,” ujarnya.

Dia mencontohkan fenomena “Donat Syur” di Ngaglik yang ramai diburu pembeli. Menurutnya, inovasi terbukti mampu menaikkan nilai jual produk.

Selain teknik membuat kue, peserta juga dikenalkan penggunaan tepung mocaf berbahan ketela lokal yang dinilai punya prospek di pasar makanan sehat bebas gluten.

Baca Juga: Ekspresikan Kreativitas , Astra Motor Yogyakarta Sukses Gelar Laki Code 2026

Panewu Mlati Dyah Purwanti berharap pelatihan mampu melahirkan usaha baru yang menambah penghasilan keluarga.

Sementara Lurah Sumberadi Hadi Sunyoto menyebut kegiatan tersebut menjadi langkah pemberdayaan ekonomi perempuan. (naf)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kue Basah #Ketéla lokal #Bebas gluten #Pokok pikiran #gluten free