Mengenal Tolpit, Kue Legendaris dari Bumi Projotamansari Bantul

Alfiani Hidayatul Choiriyah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:59 WIB
Kue Adrem (tolpit)
Kue Adrem (tolpit)

Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan gudeg atau bakpianya yang legendaris. Jika anda bertandang ke Kabupaten Bantul, Anda akan menemukan beragam kuliner tradisional unik yang kaya akan cita rasa dan sejarah. Salah satu yang paling menyita perhatian—baik karena rasa maupun namanya yang nyentrik adalah kue tolpit. 

Meskipun namanya sering kali membuat orang tersenyum simpul atau merasa agak sungkan saat mengucapkannya, kudapan khas Bantul ini menawarkan rasa klasik manis-gurih yang tak pernah gagal memanjakan lidah.

Tolpit sebenarnya adalah nama populer atau sebutan gaul untuk Kue Adrem. Singkatan nama tersebut merujuk pada bentuk fisiknya yang terbilang unik dan agak terjepit di bagian tengah.

Secara tampilan, jajanan pasar ini berwarna cokelat gelap kemerahan dengan tekstur permukaan yang keriting dan merekah. Bagian luarnya renyah  sementara bagian dalamnya sangat lembut, kenyal, dan legit saat digigit.

Baca Juga: Pajak Pesepeda: Mengapa Isu Lama Ini Selalu Berhasil Memantik Amarah Publik?

Dibuat dengan resep warisan leluhur, bahan dasar pembuatan Tolpit sebenarnya terbilang sangat sederhana dan alami:

  1.   Tepung beras, sebagai bahan utama penyusun tekstur kenyal dan renyah.

  2.   Gula jawa, memberikan rasa manis yang khas sekaligus warna cokelat alami yang menggugah selera.

  3.   Parutan kelapa, menambahkan sentuhan rasa gurih yang menyeimbangkan rasa manis gula jawa.

Rahasia keunikan tolpit terletak pada teknik penggorengannya. Adonan yang telah dicampur dan dicetak bulat akan dimasukkan ke dalam minyak panas. Saat adonan mulai mengembang, pembuatnya akan menjepit bagian tengah adonan menggunakan bilah bambu khusus. Teknik "jepit" inilah yang membentuk guratan unik khas Tolpit.

Tolpit paling nikmat disantap dalam keadaan hangat, saat bagian luarnya masih memiliki sensasi renyah. Rasa manis karamel dari gula jawa bersatu padu dengan gurihnya kelapa dan tepung beras, menjadikannya teman yang sangat pas untuk menikmati sore hari bersama secangkir teh tawar panas atau kopi hitam pahit.

Jika Anda penasaran ingin mencicipi kudapan ini, kawasan Kapanewon Sanden di Bantul dikenal sebagai pusat atau sentra produksi Kue Adrem/Tolpit. Selain itu, Anda juga dapat menemukannya dengan mudah di pasar-pasar tradisional di seluruh penjuru Bantul, seperti pasar Bantul, pasar imogiri, dan pasar Pundong.

Baca Juga: Sutradara Russo Brothers Sebut Cukup Tonton 6 Judul Marvel Ini Sebelum Nonton Avengers: Doomsday!

Harganya pun sangat terjangkau, biasa dijual per kantong plastik atau per biji mulai dari ribuan rupiah saja, menjadikannya oleh-oleh khas yang merakyat namun otentik.

Dibalik namanya yang unik dan mengundang gelak tawa, Tolpit atau Kue Adrem adalah bukti kekayaan warisan kuliner tradisional Bantul yang patut dilestarikan. Bagi para pecinta jelajah rasa dan jajanan pasar legendaris, mencicipi Tolpit tentu menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan saat singgah di Yogyakarta!



Editor : Bahana.
tolpit kuliner