Tasak Telu, Kuliner Tradisional Karo dengan Tiga Sajian yang Sarat Cita Rasa dan Cerita

Frencia Keliat • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:46 WIB
Tasak Telu, hidangan tradisional Karo yang memadukan cita rasa ayam, daun singkong, dan kelapa parut dalam satu sajian khas

Sumber foto : https://vt.tiktok.com/ZSqD6fNLs/ 
Tasak Telu, hidangan tradisional Karo yang memadukan cita rasa ayam, daun singkong, dan kelapa parut dalam satu sajian khas Sumber foto : https://vt.tiktok.com/ZSqD6fNLs/ 

 KARO - Aroma ayam yang baru selesai dimasak berpadu dengan segarnya daun singkong dan gurihnya kelapa parut. Di balik kesederhanaannya, hidangan tersebut menyimpan cita rasa dan tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Karo. Makanan itu dikenal dengan nama Tasak Telu.

Tasak Telu merupakan makanan tradisional khas suku Karo dari Sumatera Utara. Nama Tasak Telu berasal dari bahasa Karo, yaitu tasak yang berarti masakan dan telu yang berarti tiga. Hidangan ini dikenal sebagai sajian yang menghadirkan tiga unsur utama dalam satu penyajian.

Bahan utama Tasak Telu umumnya berupa ayam kampung yang direbus hingga matang. Daging ayam kemudian disajikan bersama daun singkong yang telah diolah serta kelapa parut berbumbu. Air rebusan ayam juga dapat dihidangkan sebagai kuah yang melengkapi sajian.

Cita rasa Tasak Telu menjadi salah satu daya tariknya. 

Daging ayam memberikan rasa gurih, sementara daun singkong dan kelapa parut menghadirkan perpaduan rasa yang khas. Bumbu yang digunakan membuat hidangan terasa lebih kuat, terutama bagi pencinta makanan dengan cita rasa pedas dan segar.

Baca Juga: iPhone Duo Resmi Jadi Foldable Pertama Apple, Bawa Perubahan Besar pada Pengalaman iPhone

Lebih dari sekadar makanan, Tasak Telu memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat Karo. Hidangan ini dapat hadir dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berkumpul bersama keluarga maupun dalam kegiatan adat dan perayaan tertentu. Makanan tersebut menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan cita rasa tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah banyaknya kuliner modern, Tasak Telu tetap memiliki daya tarik tersendiri. Cara pengolahan yang sederhana justru menjadi bagian dari keunikannya. Setiap bahan tidak hanya memberikan rasa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Karo memanfaatkan bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tasak Telu pada akhirnya bukan sekadar hidangan dengan tiga unsur masakan. Di dalamnya terdapat cerita tentang keluarga, kebersamaan, dan warisan budaya Karo. Sepiring Tasak Telu menjadi bukti bahwa cita rasa tradisional dapat terus bertahan selama masih dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

(Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Aroma ayam daun singkong kelapa parut masyarakat Karo Tasak Telu