Angkringan di Sekitar USD Jogja, Ruang Sederhana bagi Mahasiswa Beristirahat dan Berbagi Cerita

Frencia Keliat • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:57 WIB
Angkringan di sekitar USD ramai dikunjungi mahasiswa dan pekerja yang mencari makanan dengan harga ramah di kantong.

Sumber foto : AI-generated image
Angkringan di sekitar USD ramai dikunjungi mahasiswa dan pekerja yang mencari makanan dengan harga ramah di kantong. Sumber foto : AI-generated image

 YOGYAKARTA – Ketika aktivitas perkuliahan mulai berakhir, beberapa angkringan di sekitar Universitas Sanata Dharma (USD) perlahan mulai ramai. Bangku-bangku sederhana dipenuhi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pengemudi Grab dan Gojek yang berhenti sejenak untuk makan dan beristirahat.

Bagi mahasiswa, angkringan menjadi salah satu pilihan untuk mengisi perut setelah menjalani aktivitas perkuliahan. Harganya yang ramah di kantong membuat mahasiswa dapat menikmati makanan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Nasi kucing, gorengan, sate-satean, telur, serta berbagai minuman menjadi menu yang mudah ditemukan di angkringan.

Suasana yang santai juga menjadi daya tarik tersendiri. Mahasiswa biasanya datang bersama teman, memilih tempat duduk, kemudian menikmati makanan sambil berbincang. Obrolan yang muncul pun beragam, mulai dari tugas kuliah, kegiatan kampus, rencana akhir pekan, hingga cerita-cerita sederhana yang terjadi selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Bagi sebagian mahasiswa, waktu di angkringan menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan. Setelah berjam-jam mengikuti perkuliahan dan mengerjakan tugas, duduk bersama teman sambil menikmati makanan sederhana dapat menjadi cara untuk melepas penat sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Tidak hanya mahasiswa, pengemudi Grab dan Gojek juga kerap menjadikan angkringan sebagai tempat persinggahan di sela pekerjaan. Setelah mengantarkan penumpang atau pesanan, mereka dapat berhenti untuk makan dan minum sekaligus beristirahat sebelum kembali menerima pesanan berikutnya.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Alam Tanpa Sekat dari Kaca Jendela Pesawat

Keberadaan mahasiswa dan pengemudi ojek online dalam satu tempat membuat suasana angkringan semakin beragam. Mereka datang dengan aktivitas dan kesibukan masing-masing, tetapi memiliki kebutuhan yang sama, yaitu mencari tempat untuk makan dan beristirahat dengan harga yang terjangkau.

Angkringan juga menawarkan suasana yang berbeda dari tempat makan lainnya. Meja dan bangku yang sederhana justru membuat pengunjung dapat duduk lebih santai. Tidak ada jarak yang terlalu terasa antara satu pengunjung dengan pengunjung lainnya. 

Mahasiswa dapat berbincang bersama teman, sementara pengemudi ojek online dapat menikmati waktu istirahat sebelum kembali bekerja.

Pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang malam, suasana angkringan semakin hidup. Lampu-lampu mulai menerangi tempat makan, aroma makanan tercium dari sekitar, dan suara percakapan pengunjung bercampur dengan aktivitas jalanan. 

Baca Juga: Tasak Telu, Kuliner Tradisional Karo dengan Tiga Sajian yang Sarat Cita Rasa dan Cerita

Kesederhanaan tersebut menjadi bagian dari daya tarik angkringan yang terus bertahan di tengah banyaknya pilihan tempat makan modern.

Bagi mahasiswa USD, angkringan bukan sekadar tempat mengisi perut setelah kuliah. Begitu pula bagi pengemudi Grab dan Gojek, tempat ini bukan hanya persinggahan untuk makan. 

Angkringan menjadi ruang sederhana untuk beristirahat, bertemu, dan berbagi cerita di tengah kesibukan masing-masing.

Dari makanan yang sederhana hingga percakapan yang berlangsung tanpa direncanakan, angkringan menunjukkan bahwa sebuah tempat tidak harus mewah untuk menjadi berarti. Di sekitar USD, bangku-bangku sederhana itu terus menjadi bagian dari keseharian mahasiswa dan masyarakat yang datang untuk menikmati makanan sekaligus mengambil jeda dari aktivitas mereka.(Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
USD Jogja Beristirahat Berbagi Cerita mahasiswa angkringan