SLEMAN — Tren kuliner pagi di Yogyakarta kembali menghadirkan fenomena menarik. Roti Subuh yang belakangan ramai di media sosial kini membuka cabang di kawasan Condongcatur, Sleman.
Kehadiran gerai tersebut langsung mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah warga bahkan rela datang sejak pagi buta untuk mencicipi roti yang tengah menjadi perbincangan di kalangan pencinta kuliner.
Roti Subuh Condongcatur berada di Jalan Sidomulyo Nomor 40, Tiyosan, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Gerai ini beroperasi setiap hari mulai pukul 04.00 hingga 08.00 WIB.
Namun, waktu tutup tersebut bukan berarti produk selalu tersedia sampai pukul 08.00 WIB. Roti dapat habis lebih cepat apabila seluruh persediaan telah dibeli pelanggan.
Jam buka yang dimulai saat sebagian besar warga masih beristirahat menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Pembeli yang ingin membawa pulang roti harus rela bangun lebih pagi dan datang lebih awal.
Baca Juga: Bukan Sekadar Drama Medis, The Trauma Code: Heroes on Call Bikin Penonton Belajar Istilah Kedokteran
Konsep tersebut cukup berbeda dengan kebanyakan toko roti yang umumnya mulai melayani pembeli ketika pagi sudah berjalan. Roti Subuh justru menjadikan waktu dini hari sebagai bagian dari pengalaman berburu kuliner.
Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas sejak pagi, keberadaan gerai ini dapat menjadi pilihan untuk mencari sarapan sebelum berangkat bekerja, sekolah, maupun menjalankan kegiatan lainnya.
Sementara bagi pencinta kuliner, datang ke lokasi sebelum matahari terbit bukan sekadar membeli makanan. Waktu kunjungan yang terbatas dan kemungkinan produk cepat habis justru menjadi tantangan tersendiri.
Fenomena Roti Subuh juga menunjukkan bagaimana media sosial dapat membantu sebuah produk kuliner membangun popularitas. Rasa penasaran yang muncul dari unggahan warganet kemudian berkembang melalui rekomendasi antarpengguna hingga menarik lebih banyak calon pembeli.
Bagi warga Condongcatur dan wilayah sekitarnya, Roti Subuh kini menjadi salah satu alternatif baru untuk berburu menu sarapan.
Dengan jam operasional yang relatif singkat, pembeli yang ingin mencoba sebaiknya tidak datang terlalu siang. Sebab, bukan tidak mungkin roti yang diburu sudah ludes sebelum waktu operasional berakhir.
Editor : Bahana.