RADAR MALIOBORO - Korea punya japgokbap, sementara Indonesia juga memiliki makanan serupa yang dikenal sebagai nasi rambeuy.
Pada dasarnya, nasi rambeuy merupakan olahan nasi yang dipadukan dengan berbagai jenis biji-bijian atau bahan pangan lokal.
Hidangan ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Sunda, tetapi juga mencerminkan cara masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitarnya.
Nasi rambeuy merupakan olahan pangan warisan leluhur masyarakat Sunda yang memadukan nasi dengan berbagai jenis biji-bijian, seperti jagung, kacang merah, dan kacang hijau.
Baca Juga: Debut Sub-Unit, Mengenal Lebih Dekat Jeonghan dan Joshua SEVENTEEN
Bahan-bahan tersebut dimasak hingga matang, kemudian dicampurkan menjadi satu tanpa tambahan bumbu.
Karena itu, nasi rambeuy memiliki cita rasa yang cenderung tawar, tetapi tetap mengenyangkan dan kaya akan sumber pangan lokal.
Tradisi mengkonsumsi nasi rambeuy ini sudah melekat sejak dahulu dan menjadi makanan sehari-hari nenek moyang di tanah Sunda.
Jauh sebelum ketahanan pangan ramai dibicarakan, leluhur di Tatar Sunda sudah mempunyai cara tersendiri untuk menjaga isi piring mereka.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat setempat hidup selaras dengan apa yang disediakan alam.
Baca Juga: Ganda Campuran Amri/Nita Sumbang Medali Perak Asian Games 2026 Cabor Bulu Tangkis
Melihat kecerdasan leluhur di tanah Sunda yang pandai mengolah bahan pangan dengan memanfaatkan apa yang tumbuh disekitar, menandakan bahwa mereka sudah mengenal konsep diversifikasi pangan.
Akan tetapi, semakin berkembangnya zaman, hidangan ini bergeser menjadi sekedar nostalgia.
Banyak masyarakat yang jarang mengolah bahan makanan tersebut untuk dikonsumsi sehari-hari.
Padahal, inovasi tersebut membuktikan kecerdasan nusantara dalam mengolah bahan pangan yang sebenarnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Instagram @gnfi