RADAR JOGJA – Musim liburan akhir tahun segera tiba. Tertarik untuk menikmati keindahan objek wisata yang mengandung nilai sejarah?
Silakan datang liburan ke Jogjakarta. Ada banyak candi bersejarah yang masih berdiri.
Candi Prambanan merupakan salah satunya. Candi tersebut terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
Tepatnya, berada di perbatasan DIY dengan Jawa Tengah. Yakni, Kabupaten Klaten.
Baca Juga: Muncul Isu Match Fixing, Manajemen PSIM Siap Bawa ke Ranah Hukum
Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh Raja Balitung Maha Sambu yang didasarkan Prasasti Siwagrha.
Candi ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini memiliki bentuk persegi panjang dengan halaman luar dan tiga pelataran. Yaitu, pelataran jaba, tengahan, dan njeron.
Selain Candi Prambanan, di Yogyakarta juga terdapat candi-candi lainnya yang dapat dikunjungi sebagai objek wisata sejarah.
Berikut lima candi yang berada tidak jauh dari Candi Prambanan.
1. Candi Sambisari
Baca Juga: Bawaslu Magelang Adopsi Relief Candi Borobudur
Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman. Dari Candi Prambanan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama sekitar dua puluh menit.
Candi Sambisari ditemukan oleh petani pada tahun 1966. Ketika itu, petani tersebut sedang mencangkul tanah dan membentur batu berukir.
Candi Sambisari termasuk candi Hindu. Terdiri dari sebuah candi induk dan tiga candi perwara yang ada di depan candi induk.
Candi ini diperkirakan didirikan pada waktu yang sama dengan Candi Prambanan. Sekitar abad 9 sampai 10 Masehi
2. Candi Sari
Baca Juga: Bawaslu Magelang Adopsi Relief Candi Borobudur
Candi Sari berjarak sekitar sepuluh menit mengendarai kendaraan bermotor dari Candi Prambanan.
Candi ini merupakan bangunan wihara. Asrama bagi pendeta.
Atapnya berbentuk stupa. Bentuk atap itu menunjukkan candi ini merupakan candi Buddha.
Selain itu, jika dari pola hias berupa pahatan yang sangat halus, candi ini dibangun sekitar abad ke-8 Masehi.
3. Candi Kalasan
Baca Juga: Garap Pariwisata demi Purworejo Berdaya Saing 2025
Candi Kalasan terletak sekitar lima ratus meter ke arah barat dari Candi Sari. Candi Kalasan diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi.
Berdasarkan Prasasti Kalasa atau Kalasan, candi ini didirikan untuk Dewi Tara. Dewi Tara merupakan dewi dalam agama Buddha.
Candi yang terletak di tepi Jalan Jogja-Solo ini menghadap timur. Bangunannya menggunakan batu andesit.
Candi ini memiliki batur atau alas yang berbentuk bujur sangkar dan tinggi hingga batas atap yang tersisa mencapai 24 meter.
Sekitar candi terdapat sisa-sisa stupa kecil yang mengelilingi candi.
Stupa-stupa ini digunakan sebagai tempat abu jenazah pendeta. Ini berdasarkan adanya temuan 81 peti batu yang lengkap dengan periuk untuk menyimpan abu, cermin kecil, dan potongan logam.
4. Candi Banyunibo
Baca Juga: Tes PPPK Purworejo Salah Satunya Digelar di JEC
Candi Banyunibo memiliki latar belakang agama Buddha. Terletak di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
Candi ini terdiri dari candi induk yang menghadap ke barat dan enam candi perwara yang berbentuk stupa. Candi perwara terdapat di sisi selatan dan utara candi.
Dinding luar tubuh candi ini terdapat arca Bodhisatwa.
Candi induk memiliki tinggi 2,75 meter dan terdapat stupa di puncaknya setinggi 3,5 meter. Dalam kawasan Candi Banyunibo terdapat tembok batu sepanjang 65 meter di utara candi induk.
Candi ini dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama sekitar 15 menit dari Candi Prambanan
5. Candi Ijo
Baca Juga: Yuk Mengintip 5 Kopi Termahal di Dunia, Salah Satunya Berasal dari Indoensia Lohh..
Candi Ijo berjarak sekitar dua puluh menit berkendara dari Candi Prambanan. Terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan Sleman.
Berada di perbukitan. Candi ini terletak di lahan yang berteras-teras dan dikelilingi tebing.
Kompleks candi ini memiliki 17 struktur bangunan yang tersebar pada 11 teras. Teras paling atas dipercayai sebagai tempat paling suci pada Candi Ijo. Candi Ijo memiliki ukuran 18,43 x 18,45 meter dengan tinggi 16 meter.
Dalam bilik candi induk terdapat lingga-yoni yang melambangkan Dewa Siwa yang bersatu dengan Dewi Parwati.
Selain itu, pada dinding luarnya terdapat relung-relung yang berisi Arca Agastya, Arca Ganesha, dan Arca Durga.
Editor : Amin Surachmad