Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Nostalgia Jajanan Jadul, 5 Kuliner Legend di Jogja, Kegemaran Sultan Agung!

Fatimah Rizqi Zanjabil • Sabtu, 2 Desember 2023 | 17:31 WIB

beragam jajanan tradisional pasar (bakpia.com  )
beragam jajanan tradisional pasar (bakpia.com )

RADAR JOGJA - Kota Gudeg ternyata tidak hanya kaya akan sejarah dan seni, tetapi juga menyimpan jejak kuliner jadul yang tak terlupakan.

Bicara seputar kuliner jadul Jogja rasanya tak akan ada habisnya.

Sekalipun nampak lawas, nyatanya sampai saat ini masih cukup banyak yang konsisten mempertahankannya.

Bagi anda yang ingin merasakan sentuhan nostalgia kuliner Jogja dapat menyimak rangkuman berikut :

1. Jadah Tempe

Sesuai dengan namanya, Jadah Tempe merupakan kuliner tradisional khas Jogja. Jadah tempe sendiri terbuat dari ketan yang dicampur dengan tempe.

Sepintas, jadah tempe tampak seperti bakcang atau ketupat, tetapi sebenarnya rasanya sangat berbeda.

Salah satu perintis Jadah Tempe populer di Jogja adalah Sudimah Wiro Sartono alias Jadah Tempe Mbah Carik yang biasa dijajakan di seputar daerah Kaliurang.

Untuk harganya pun cukup terjangkau mulai dari Rp. 20.000an.

2. Kipo Kotagede

Kipo adalah camilan tradisional khas Kotagede, Yogyakarta.

Kudapan ini berbahan dasar adonan tepung ketan yang diberi campuran ekstrak daun pandan dan berisi enten-enten atau kelapa muda.

Konon kue ini adalah jajanan kegemaran Sultan Agung.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Tambah Rp 543 Ribu Untuk Gaji PPPK Tahun 2024, Berikut Rincian Lengkapnya

Penamaan kipo berasal dari akronim dari pertanyaan 'iki opo' yang bermakna apa ini. sejak saat itulah panganan ini dinamai kipo.

Kudapan ini dapat dijumpai di sekitar Pasar Legi Kotagede. Harganya pun sangat terjangkau mulai dari Rp.2500 per bungkus.

3. Carabikang Prawirotaman

Carabikang merupakan penganan tradisional asli Jawa Tengah dan Yogyakarta yang berbahan dasar dari tepung beras dan santan kelapa dan dibentuk menyerupai bunga, dan sekilas seperti kue Serabi ,namun berwarna-warni.

Penganan jadul ini ada sejak 1985 hingga sekarang.

Penganan ini biasa dijajakan di pasar-pasar. Seporsi Carabikang dibandrol mulai dari Rp.5000 saja.

4. Clorot

Clorot adalah salah satu jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah.

Jajanan ini aslinya berasal dari Purworejo, Namun clorot dapat juga ditemukan di daerah Yogyakarta.

Menariknya penganan ini dibuat dari wadah yang berasal dari janur kelapa yang dibentuk menyerupai terompet.

Clorot dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional di jogja. Untuk sebungkus Clorot dibandrol mulai dari Rp.5000 saja.

5. Gudeg

Gudeg menjadi salah satu kuliner yang populer dan wajib dicoba para wisatawan saat berkunjung ke Jogja.

Gudeg telah ada sejak masa keraton Mataram. Gudeg terbuat dari Nangka muda (gori) yang dimasak dengan santan dan gula merah.

Gudeg biasa disajikan dengan lauk pendamping seperti sambel krecek,bacem dan lainnya.

Gudeg dapat dijumpai di pasar maupun toko oleh-oleh khas Jogja.

Yogyakarta bukan hanya destinasi wisata sejarah, tetapi juga surga bagi pecinta kuliner jadul.

Buat kamu yang ingin bernostalgia jajanan jadul Jogja bisa coba referensi diatas.(Fatimah Rizqi Z)

HUMANIS: MH. Said Abdullah menyantuni anak yatim dalam acara Temu Sapa bersama masyarakat Madura di Balai Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jumat (1/12).
HUMANIS: MH. Said Abdullah menyantuni anak yatim dalam acara Temu Sapa bersama masyarakat Madura di Balai Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jumat (1/12).
MERAKYAT: MH. Said Abdullah berswafoto dengan tokoh masyarakat di Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, setelah acara Temu Sapa bersama masyarakat Madura, Jumat (1/12).
MERAKYAT: MH. Said Abdullah berswafoto dengan tokoh masyarakat di Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, setelah acara Temu Sapa bersama masyarakat Madura, Jumat (1/12).
Editor : Bahana.
#jadah tempe #Kotagede #gudeg #jadul #kuliner #jogja