Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Takjub dengan Masyarakat Indonesia yang Baik dan Ramah, Benjamin Ladraa dan Sanna Ghotbi, Suarakan HAM dengan Gowes Keliling Dunia

Rizky Wahyu Arya Hutama • Jumat, 8 Desember 2023 | 03:46 WIB
KAMPANYEKAN SAHARA BARAT: Dua Aktivis HAM dari Swedia Benjamin Ladraa dan Sanna Ghotbi saat transit di salah satu hotel di Jogja.Rizky Wahyu/Radar Jogja
KAMPANYEKAN SAHARA BARAT: Dua Aktivis HAM dari Swedia Benjamin Ladraa dan Sanna Ghotbi saat transit di salah satu hotel di Jogja.Rizky Wahyu/Radar Jogja

RADAR MALIOBORO - Tak banyak yang tahu atau mengenal Sahara Barat. Penduduk negara ini kabarnya yang paling sedikit kedua di dunia. Dan ini menjadi satu-satunya negara di Benua Afrika yang hingga kini belum merdeka. Aktivis asal Swedia, Benjamin Ladraa dan Sanna Ghotbi, rela gowes keliling dunia untuk menyuarakan hak asasi manusia (HAM) dan kemerdekaan Sahara Barat.

RIZKY WAHYU, Jogja

Benjamin Ladraa dan Sanna Ghotbi kini telah sampai di Jogja dengan sepedanya. Ia pun bercerita perjalanannya yang panjang itu. Diungkapkan, mereka mulai gowes sejak Mei 2022 lalu. Mulai dari Swedia terus ke Jerman, lalu Turki, lalu ke Korea, Jepang, Singapura dan Vietnam.
Di Indonesia mereka memulai dari Bali, Jogja, Jakarta. Bagi mereka berdua, diakui perjalanannya cukup berat dan sulit. Karena di dalam perjalanan mengalami berbagai masalah. Namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengampanyekan soal permasalahan di negara Sahara Barat.


Mereka sudah menjajaki 18 negara. "Ada banyak masalah seperti ban kempes, sepeda rusak. Terus kami juga sempat sakit. Sangat berat, tapi kami melakukannya demi Sahara Barat," ujarnya saat ditemui Radar Jogja di Puri Pangeran Hotel, Pakualaman Jogja, Rabu (6/12) malam.
Menurut Benjamin, tujuan mereka bersepeda keliling dunia untuk memberitahukan kepada orang-orang mengenai kondisi di Sahara Barat. Sebab, praktis tidak ada yang mengetahui tentang negara itu. "Karena tidak ada orang yang tahu negara kami. Ketika kami bersepeda, kami ketemu orang dan ngobrol dengan mereka soal Sahara Barat," tegasnya.


Benjamin juga menjelaskan orang-orang di daerahnya, yaitu di salah satu daerah di negara Sahara Barat. Katanya mereka di sana mengalami kesulitan untuk makan. Sampai-sampai ketika sakit sulit mendapatkan obat-obatan.


Sampai di Indonesia, Benjamin mengaku merasa takjub dengan masyarakatnya. Sebab, menurutnya, pemerintahan di Indonesia sangat antusias membantu membangunkan rumah sakit untuk Palestina. "Kami terkejut juga negara muslim tapi gak ada orang yang tahu soal Sahara Barat," ungkapnya.


Sebelun sampai di Jogja, mereka juga sudah mengampanyekan hal serupa di daerah-daerah lain seperti di Jombang, Nganjuk, Ngawi, dan Sragen. Soal Jogja, Sanna mengaku takjub dengan pemandangan di kota wisata ini.
"Kami baru datang hari ini. Bersepeda di Jogja kami takjub melihat candi yang cantik. Sangat ramai kendaraan di sini. Jadi susah untuk bersepeda. Tapi di sini ada jalur sepeda, jadi kami senang," katanya.


Menurut Sanna, Jogja adalah kota yang sangat bagus. Yang mempunyai banyak candi yang terkenal. Dan, orang-orangnya juga sangat ramah dan baik hati.
"Saat jalan ke sini ban kami kempes. Kami di depan rumah orang, terus orang itu keluar membantu kami dan memberi mangga. Selanjutnya kami kontak-kontakan dengan orang itu. Orang-orang di Indonesia sangat baik," bebernya.


Di Kota Jogja, mereka akan mengunjungi beberapa tempat seperti UGM, UMY, pergerakan mahasiswa muslim, dan organisasi kemanusiaan di Jogja. Di berbagai tempat itu mereka juga akan menceritakan keadaan di Sahara Barat.
"Kami ngisi acara di universitas, terus kami banyak ngobrol ke orang-orang di jalan dan menceritakan soal Sahara Barat. Karena gak ada orang di sini yang tahu Sahara Barat," tambahnya.


Bagi Benjamin dan Sanna, Sahara Barat memiliki nasib yang sama dengan Palestina. Namun, ada sedikit hal miris yang mereka rasakan karena banyak orang yang tidak mengetahui Sahara Barat.
"Saya support Palestina, tapi saya juga minta support untuk Sahara Barat. Kami mendukung orang-orang di Palestina. Namun sangat menyakitkan bagi kami, mereka tahu soal masalah Palestina tapi banyak yang gak tahu ada negara lain yang juga berjuang," jelas Benjamin.
Benjamin dan Sanna berharap Sahara Barat bisa menjadi negara yang merdeka. Dan terlebih mereka juga berharap bisa terus melanjutkan perjuangan mereka untuk menolong orang lain.
"Semoga orang-orang di sana juga tidak kelaparan lagi. Dan untuk kami, semoga kami terus melanjutkan perjuangan kami untuk menolong orang lain," tambahnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Sanna Ghotbi #Hak Asasi Manusia (HAM) #jogja #Benjamin Ladraa #Gowes Keliling Dunia